Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Berita » Atasi Pasar Tumpah, Pemkab Bekasi dan Pemprov Jabar Tata Pasar Baru Cikarang

Atasi Pasar Tumpah, Pemkab Bekasi dan Pemprov Jabar Tata Pasar Baru Cikarang

  • account_circle Suryo S
  • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Atasi Pasar Tumpah, Pemkab Bekasi dan Pemprov Jabar Tata Pasar Baru Cikarang

BEKASI — Temperatur.com

Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersinergi menyiapkan strategi penataan Pasar Baru Cikarang. Langkah ini diambil untuk mengatasi masalah pedagang pasar tumpah yang selama ini menggunakan badan jalan di sekitar area pasar dan memicu kemacetan.

Rencana tersebut disampaikan oleh Plt Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, saat mendampingi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meninjau langsung kondisi eksisting pasar pada Sabtu (13/06/2026).

Pemerintah daerah telah menyusun dua tahapan utama untuk mengembalikan fungsi jalan dan menertibkan lingkungan pasar yakni 1. Rencana Penataan Jangka Pendek (Masa Transisi)

Pembersihan Total: Dinas Perdagangan bersama Dinas Lingkungan Hidup akan membersihkan tumpukan sampah di area bawah pasar agar layak ditempati.

Perbaikan Fisik: Pemerintah segera memperbaiki kebocoran gedung, melakukan pengecatan dinding luar, dan menata lingkungan sekitar.

Zonasi Pedagang:
Area bawah pasar akan dikhususkan bagi pedagang sayur. Sementara itu, area atas dialokasikan untuk pedagang pakaian dan pusat kuliner (food court).

Infrastruktur Jalan & Parkir:

Trotoar jalan akan dirapikan agar lebih tertib. Halaman pasar juga akan diaspal (hotmix) atau dipasang paving block untuk area parkir konsumen serta bongkar muat sayuran.

Pendanaan CSR: Seluruh biaya penataan sementara ini didukung oleh program Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank BJB.

2 Rencana Revitalisasi Jangka Panjang

Target Konstruksi: Proyek revitalisasi total gedung pasar ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2027 mendatang.

Penyusunan Desain: Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi saat ini sedang menyusun Detail Engineering Design (DED) yang disesuaikan dengan karakteristik lapangan dan kebutuhan pedagang.

Solusi Kemacetan: Revitalisasi ini dirancang untuk membebaskan Jalan Raya RE Martadinata dari kepadatan lalu lintas akibat aktivitas pasar tumpah.Plt Bupati Bekasi berharap para pedagang memiliki kedisiplinan tinggi untuk menyukseskan program ini.

“Pedagang yang saat ini berada di luar harus masuk ke dalam agar lingkungan pasar lebih tertata dan tidak mengganggu aktivitas lalu lintas,” tegas Asep.

Mendukung hal itu, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Gatot Purnomo, menyatakan bahwa keterlibatan Pemprov Jabar merupakan langkah konkret demi kenyamanan bersama. Ia menargetkan dokumen DED bisa segera rampung agar proyek revitalisasi 2027 berjalan sesuai jadwal.

(Red)

  • Penulis: Suryo S

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less