Forum UHC Taput Bahas Penguatan Layanan Kesehatan hingga Wilayah Perbatasan

Forum UHC Taput Bahas Penguatan Layanan Kesehatan hingga Wilayah Perbatasan

Taput – Temporatur.com |Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara bersama BPJS Kesehatan Cabang Sibolga menggelar Rapat Forum Komunikasi Universal Health Coverage (UHC) dan Forum Kemitraan Pengelolaan Kerja Sama Fasilitas Kesehatan Tahun 2026 di Aula Mini Kantor Bupati Tapanuli Utara, Tarutung, Rabu (10/6/2026).

Rapat dipimpin Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., didampingi Sekda Henry M.M. Sitompul, Kepala Dinas Kesehatan Ganda Nainggolan, serta dihadiri Kepala Cabang BPJS Kesehatan Sibolga Nur Eva Parindury, jajaran RSUD Tarutung, dan para kepala puskesmas.

Dalam arahannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa keberhasilan UHC tidak hanya diukur dari tingginya angka kepesertaan, tetapi juga dari terjaminnya akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas tanpa hambatan biaya.

Ia menekankan pentingnya pemerataan layanan kesehatan hingga ke wilayah terpencil seperti Parmonangan, Muara, Adian Koting, Pangaribuan, Garoga, dan Simangumban dengan menempatkan tenaga dokter yang memadai.

Wabup juga menginstruksikan Dinas Kesehatan, puskesmas, dan bidan desa untuk lebih proaktif mendata serta mengedukasi masyarakat terkait kepesertaan BPJS Kesehatan, terutama bagi ibu hamil dan kelompok rentan, guna menghindari kendala administrasi saat membutuhkan layanan kesehatan.

Selain itu, Pemkab Taput akan memperkuat peran puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan serta meningkatkan fasilitas kegawatdaruratan di sejumlah puskesmas strategis, seperti Sarulla, Pangaribuan, dan Garoga, agar masyarakat di daerah terpencil dapat memperoleh penanganan medis lebih cepat.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Kepala Cabang BPJS Kesehatan Sibolga, Nur Eva Parindury, memaparkan agenda prioritas nasional yang meliputi peningkatan cakupan dan keaktifan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), penguatan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), serta efisiensi pembiayaan layanan kesehatan di rumah sakit.(NH)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *