Gempa Guncang Tarakan Kalimantan Utara: Peringatan Tsunami Sempat Diterbitkan,Kini Dicabut Kondisi Aman
Temporatur.com- Tarakan
Wilayah Kota Tarakan dan sejumlah wilayah pesisir di Kalimantan Utara diguncang aktivitas gempa bumi sebanyak dua kali pada Senin pagi hingga siang ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat menerbitkan peringatan dini potensi tsunami pasca gempa kuat yang berpusat di perairan Filipina, namun status tersebut telah resmi dicabut sejak pukul 11.15 WITA setelah dinilai tidak ada ancaman bahaya,Senin 8 Juni 2026
Berdasarkan data resmi yang dirilis BMKG, kejadian gempa pertama berlangsung pada pukul 03.35.10 WITA. Gempa berskala lokal ini memiliki kekuatan Magnitudo 3,9, dengan pusat gempa berada di koordinat 2,72° Lintang Utara dan 117,90° Bujur Timur, atau sekitar 78 kilometer arah Tenggara Tarakan, pada kedalaman 18 kilometer di bawah permukaan laut.
“Guncangan pada kejadian pertama ini tergolong sangat lemah hingga hampir tidak terasa oleh warga. Berdasarkan analisis mekanisme sumber, gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami,” tulis keterangan resmi BMKG dalam laporan pemantauannya.
Situasi meningkat kewaspadaannya sekitar pukul 07.37.42 WITA, ketika gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah perairan Selatan Mindanao, Filipina. Pusat gempa berada di koordinat 5,80° LU dan 125,14° BT, berjarak sekitar 244 kilometer arah Barat Laut Pulau Karatung Sulawesi Utara, dengan kedalaman hanya 47 kilometer. Karena jarak yang cukup dekat dengan wilayah Indonesia, BMKG langsung menetapkan status Waspada Tsunami untuk wilayah pesisir Kalimantan Utara meliputi Tarakan, Nunukan, Bulungan, Tanah Kuning, hingga Mangkupadi.
Perkiraan awal menyebutkan gelombang diperkirakan tiba di perairan Kalimantan Utara antara pukul 09.06 hingga 09.27 WITA, dengan potensi ketinggian gelombang mencapai 0 hingga 0,5 meter atau tergolong sangat kecil dan ringan.
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kota Tarakan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung mengimbau masyarakat yang bermukim di kawasan pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan dan sementara waktu mengevakuasi diri ke tempat yang lebih tinggi demi keamanan.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Tarakan, Muhammad Sulam Khilmi, menjelaskan bahwa penerbitan peringatan dini merupakan prosedur standar keselamatan. “Kami mengeluarkan peringatan agar masyarakat siap siaga. Namun setelah dipantau menggunakan alat ukur pasang surut laut, gelombang yang masuk ke perairan kita sangat kecil dan tidak berbahaya bagi kehidupan maupun bangunan,” ujarnya.
Puncak kelegaan dirasakan warga Tarakan pada pukul 11.15 WITA, di mana BMKG secara resmi mengumumkan pencabutan status waspada tsunami. Pemantauan lanjutan menunjukkan permukaan air laut telah kembali normal dan tidak ada lagi indikasi pergerakan air yang tidak wajar.
Plt. Sekretaris Daerah Kota Tarakan, Ilyas, menyampaikan bahwa saat ini seluruh wilayah sudah dinyatakan aman. “Warga yang sempat mengungsi sudah dipersilakan kembali ke rumah masing-masing dan beraktivitas seperti biasa. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa dari kedua kejadian gempa tersebut,” tegasnya.
Pemerintah Kota Tarakan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang tidak jelas kebenarannya, dan hanya merujuk pada data resmi dari lembaga berwenang. Pemantauan aktivitas kegempaan masih terus dilakukan mengingat potensi gempa susulan tetap ada, meski diprediksi kekuatannya tidak akan melebihi kejadian sebelumnya.
Saat ini, kehidupan warga Tarakan berjalan normal kembali tanpa gangguan berarti pasca dua kejadian alam tersebut.
Sumber Berita:
1. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) – https://www.bmkg.go.id | Cabang Tarakan – https://tarakan.bmkg.go.id
2. Pemerintah Kota Tarakan – https://www.tarakankota.go.id















