Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Berita » Ekosistem Media Sehat atau ‘Kebun’ Sendiri? Pengamat Kritik Tata Kelola Publikasi Diskominfo Depok

Ekosistem Media Sehat atau ‘Kebun’ Sendiri? Pengamat Kritik Tata Kelola Publikasi Diskominfo Depok

  • account_circle Suryo S
  • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ekosistem Media Sehat atau ‘Kebun’ Sendiri? Pengamat Kritik Tata Kelola Publikasi Diskominfo Depok ‎

‎ DEPOK , – Temporatur.com

Di tengah proses efisiensi dan tuntutan transparansi uang rakyat, Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) justru menganggarkan dana publikasi media lebih dari Rp1 miliar pada APBD 2026.

Secara konsep, anggaran itu untuk kerja sama dengan media cetak, elektronik, digital, hingga media sosial guna memperkuat komunikasi publik. Praktiknya, publik sulit mengakses informasi dasar: media mana saja yang digandeng, berapa nilai kontrak, dan apa indikator kinerjanya.
Hingga
Senin, 6 April 2026, Kepala Dinas dan Kepala Bidang Diskominfo Kota Depok belum menanggapi konfirmasi wartawan yang sudah dilayangkan hampir sepekan. Staf Diskominfo, Faris, hanya menyarankan prosedur surat permohonan informasi. “Izin Bapak, terkait hal ini silakan sampaikan surat permohonan informasi kepada Diskominfo. Saya tidak punya kemampuan untuk menjawab,” ujarnya melalui WhatsApp.
“
Pola Lama: Anggaran Fleksibel, Seleksi Gelap”

‎Penelusuran tim media menemukan pola berulang: pos belanja publikasi kerap ditempatkan pada mata anggaran yang fleksibel. Akibatnya, mekanisme seleksi media tidak terukur. Sejumlah media berbadan hukum jelas, aktif meliput lapangan, dan rutin memproduksi karya jurnalistik justru mengaku tidak lagi mendapat kerja sama.
Sebaliknya
, muncul dugaan praktik “tebang pilih”. Media yang diduga berada di lingkaran Balai Kota atau yang dekat dengan oknum pejabat Diskominfo disebut lebih mudah diakomordir. Kriteria resmi, skor penilaian, dan hasil seleksi tidak pernah diumumkan ke publik.
Menanggi
hal tersebut dikatakan Pengamat : Jangan Hanya Sirami “Kebun’ yang Itu-itu Saja”.
Pemerhati
Anggaran Publikasi di Depok, Dewi Apriatin, menilai kondisi ini mencederai semangat keterbukaan informasi. “Bukti autentiknya sederhana: tidak ada daftar media yang bekerja sama, tidak ada nilai kontrak, tidak ada laporan output. Publik disuruh percaya begitu saja,” tegasnya.
Dewi
mengingatkan, publikasi anggaran bukan dana hibah untuk hubungan. “Fungsinya menumbuhkan informasi ekosistem yang sehat dan merata. Bukan mengairi kebun yang itu-itu saja di setiap musim anggaran. Kalau yang kritis disingkirkan, yang dekat dipelihara, itu namanya menjamin demokrasi,” kritiknya.
“
Kritik Membangun untuk Pemangku Anggaran”
‎Dewi Apriatin memberi 5 catatan perbaikan yang bisa langsung dijalankan Diskominfo dan TAPD Pemkot Depok:

‎ ‎1. Buka Daftar Hitam-Putih Sekarang
‎Publikasikan daftar media mitra 2026: nama, badan hukum, alamat redaksi, nilai kontrak, durasi, dan tautan hasil publikasi. Tempel di website PPID tanpa harus diminta.
2. Pakai Kurasi Terbuka Berbasis Skor.
‎Tetapkan kriteria terukur: legalitas, rekam jejak pemberitaan Depok, trafik/auidiens nyata, kepatuhan kode etik, dan sebaran isu. Umumkan skor. Yang lolos dan tidak lolos sama-sama tahu ventilasi.
3. Hentikan ‘Rekening’ Anggaran Siluman
‎Jangan sembunyikan belanja publikasi di pos fleksibel atau kegiatan seremonial. Buat nomenklatur khusus “Belanja Jasa Publikasi Media” dengan rincian sub-kegiatan yang dapat diaudit publik.
4. Wajibkan Laporan Kinerja per Triwulan
‎Setiap media mitra wajib setor: jumlah berita/advertorial, jangkauan, keterlibatan, dan dampak komunikasi. Diskominfo wajib rekap dan tayangkan sebagai bentuk pertanggungjawaban.
5. Lindungi Media Kritis, Bukan Cuma yang ‘Nyaman’
‎Hentikan pola kontrak berdasarkan kedekatan. Demokrasi lokal butuh media yang mengawasi, bukan hanya yang memuji. Anggaran publik untuk kepentingan publik, bukan citra pejabat.

“Efisiensi bukan alasan memangkas keterbukaan. Justru saat anggaran ketat, setiap rupiah harus bisa dilacak publik. Kalau Rp1 miliar digelontorkan tapi daftar penerimanya rahasia, itu bukan komunikasi publik. Itu bisik-bisik,” tutup Dewi Apriatin.

(Rizki)

  • Penulis: Suryo S

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Allhamdulilah..! Bantuan mengalir dari Hamba Allah untuk Musollah Al-Hikmah

    • calendar_month Senin, 26 Des 2022
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Bekasi-Jabar || Temporatur.com Ketua pembangunan Mushollah Al-Hikmah Ukar Triatna Mengucapkan Jazakumullah Khairan Katsiran Kepada keluarga besar Kiki se-keluarga yang Sudah membantu pembangunan Musollah Al-Hikmah yang sudah memberikan kramik untuk kamar wudhu dan granit tuk lantai semoga amal ibadah nya diterima oleh Alloh menjadi amal yang Soleh dibalas yang berlipat ganda oleh Alloh SWT Aamiin, Doa […]

  • Ranperda RPJMD Kabupaten Langkat Tahun 2025-2029 Disahkan Menjadi Perda

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

        SelanjutnyaPembangunan Kantor Imigrasi Taput Terkendala KKOP Bandara, Opsi Lahan Alternatif Dibahas  LANGKAT, Temporatur.com | DPRD Kabupaten Langkat menggelar Rapat Paripurna dengan agenda pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Langkat Tahun 2025–2029 menjadi Peraturan Daerah, pada Senin (4/8/2024) siang, bertempat di Ruang Rapat Paripurna DPRD Langkat. SelanjutnyaProyek […]

  • Pidato Perdana Rudi Susmanto Bupati Kabupaten Bogor Ucapkan Ini

    Pidato Perdana Rudi Susmanto Bupati Kabupaten Bogor Ucapkan Ini

    • calendar_month Jumat, 21 Feb 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    “Kami akan melibatkan para kiyai dan ulama untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai dengan nilai-nilai agama dan budaya setempat. Kami juga berencana untuk memulai pembangunan pusat layanan haji di Kabupaten Bogor, yang akan dibangun di Stadion Pekansari,” ujar Rudy Susmanto.

  • Fanpan Nugraha Kantongi Surat Kuasa Dari Warga Nyalindung, Siap Kawal Dugaan PIP Keranah Hukum

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Cianjur, – Dengan wajah penuh harap dan rasa kecewa yang menumpuk, belasan orang tua siswa SDN Nyalindung 1, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, menyambangi Kantor Hukum Fanpan Nugraha, di kawasan Nagrak, Senin (3/11/2025). Mereka datang membawa selembar aduan dan segenggam harapan agar suara mereka tak hilang di antara tumpukan berkas birokrasi. SelanjutnyaPembangunan Kantor Imigrasi Taput Terkendala […]

  • RSPO dan APKASINDO Bersatu: Petani Sawit Semakin Berdaya dan Sejahtera

    • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Ada kabar gembira untuk para petani kelapa sawit di Indonesia! Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) telah resmi bekerja sama melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). Apa artinya? Ini adalah langkah besar untuk membantu petani sawit agar semakin maju dan sejahtera. Kemitraan ini bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan yang merata, mempermudah proses sertifikasi, dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para petani di seluruh Indonesia. Mengingat peran penting petani sawit yang menyumbang sekitar 40% dari produksi minyak sawit nasional, kerja sama ini sangat strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin dunia dalam produksi minyak sawit yang berkelanjutan.

  • Ketua DPD KNPI Kabupaten Bekasi Tutup Usia

    • calendar_month Minggu, 30 Apr 2023
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Ketua DPD KNPI Kabupaten Bekasi Tutup Usia

expand_less