Muhammadiyah Petir Soroti Undangan Bukber Kecamatan, Camat Sampaikan Permohonan Maaf
Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Petir menyoroti tidak adanya undangan kepada pihaknya dalam kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an dan buka puasa bersama yang digelar Pemerintah Kecamatan Petir.
Ketua PCM Petir, Abdul Hadi, S.Ag., menilai Camat Petir, Shinta Apriliani, seharusnya dapat bersikap adil dan merangkul seluruh organisasi kemasyarakatan yang ada di wilayahnya. Hal tersebut disampaikannya kepada media pada Rabu (11/03/2026).
Menurut Abdul Hadi, sebagai pimpinan wilayah kecamatan sekaligus perpanjangan tangan Pemerintah Kabupaten Serang, camat memiliki tanggung jawab untuk menempatkan seluruh elemen masyarakat pada posisi yang setara tanpa membeda-bedakan.
“Kami sangat menyayangkan kebijakan Camat Petir dalam kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an dan buka puasa bersama yang dilaksanakan pada Selasa kemarin. Hal ini tentu menjadi catatan bagi kami terkait kinerja camat yang baru menjabat di Kecamatan Petir,” ujar Abdul Hadi.
Ia juga menjelaskan bahwa Muhammadiyah di Kecamatan Petir telah lama berdiri dan memiliki struktur organisasi yang aktif di tengah masyarakat. Karena itu, menurutnya, keberadaan organisasi tersebut semestinya diketahui oleh pemerintah kecamatan.
“Organisasi Muhammadiyah di Petir sudah berdiri sejak tahun 1980-an. Kami memiliki sekretariat, masjid, serta berbagai badan otonom seperti Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Tapak Suci, dan KOKAM. Hal ini tentu penting untuk diketahui oleh seorang camat,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Fungsionaris Muhammadiyah Kabupaten Serang, Suwondo, M.Pd. Ia menilai pemerintah kecamatan sebaiknya melakukan inventarisasi organisasi kemasyarakatan yang ada sebelum menggelar kegiatan yang melibatkan masyarakat.
Menurutnya, organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, maupun organisasi lainnya seharusnya dilibatkan dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah kecamatan.
“Sebagai pimpinan wilayah, camat seharusnya mengetahui organisasi apa saja yang ada di kecamatan. Selain NU, di Petir juga ada Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA). Biasanya dalam setiap kegiatan yang digelar Muhammadiyah, unsur muspika, khususnya kecamatan, selalu diundang,” kata Suwondo.
Ia menegaskan bahwa pihak Muhammadiyah tidak merasa iri, namun menilai sikap tersebut kurang tepat di tengah upaya memperkuat ukhuwah dan kebersamaan di masyarakat.
“Kami tetap berprasangka baik. Mungkin pihak protokoler kecamatan belum mengetahui keberadaan pimpinan Muhammadiyah dan Aisyiyah di Petir, atau karena keterbatasan kuota undangan. Semoga ke depan hal seperti ini tidak terulang kembali dan semangat ukhuwah terus terjaga tanpa membedakan organisasi,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Petir, Shinta Apriliani, saat dikonfirmasi menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Ia mengakui kekeliruan terjadi karena kegiatan disiapkan secara mendadak.
“Mohon maaf, ini kesalahan dari saya karena acara tersebut disiapkan secara mendadak. Ini juga pertama kali saya mengundang untuk kegiatan seperti ini. Ke depan tentu akan menjadi bahan perbaikan bagi saya,” ujar Shinta.
Ia juga berharap pihak Muhammadiyah dapat memaklumi kekeliruan tersebut. Selain itu, ia menyampaikan rencana untuk mengundang Muhammadiyah dalam kegiatan buka puasa bersama Bupati Serang yang akan digelar dalam waktu dekat.
“Saya juga mengundang kawan-kawan Muhammadiyah untuk hadir dalam acara buka bersama Bupati Serang pada 13 Maret 2026 di Masjid Al Makmur pukul 16.00 WIB. Undangan resmi akan segera kami sampaikan,” tutupnya.
(Red-TLS)















