Gema Nuzulul Qur’an di Lenteng Barat: Membasuh Luka Yatim, Mempererat Ukhuwah Islamiyah

Gema Nuzulul Qur’an di Lenteng Barat: Membasuh Luka Yatim, Mempererat Ukhuwah Islamiyah
Keterangan foto : Kegiatan Peringatan Nuzulul Qur'an Di Desa Lenteng Barat Kec. Lenteng Kab. Sumenep

Gema Nuzulul Qur’an di Lenteng Barat: Membasuh Luka Yatim, Mempererat Ukhuwah Islamiyah

SUMENEP – TEMPORATUR. COM

Suasana syahdu dan penuh keberkahan menyelimuti Desa Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng, pada malam Minggu (7/3/2026).

Ribuan masyarakat tumpah ruah menghadiri peringatan Nuzulul Qur’an 1447 H yang diinisiasi oleh Pemuda Lenteng Barat (PLB). Acara ini bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi momentum spiritual untuk memperkuat iman dan kepedulian sosial.

Puncak kekhidmatan acara terasa saat panitia bersama jajaran pemerintah setempat menyalurkan santunan kepada anak-anak yatim piatu.

Di bulan suci Ramadhan ini, semangat berbagi menjadi ruh utama kegiatan, menciptakan suasana haru sekaligus bahagia di tengah majelis.
Hadir memberikan tausiyah, dai kondang asal Pamekasan, KH. Musleh Adnan. Dalam ceramahnya yang menyejukkan, beliau menekankan bahwa Al-Qur’an diturunkan sebagai kompas kehidupan.

Bacaan Lainnya

“Nuzulul Qur’an adalah pengingat bagi kita semua untuk kembali membasahi lisan dengan zikir dan memperkuat kepedulian.

Majelis ini adalah bukti bahwa kita ingin merajut kebersamaan, menjaga nilai keimanan, sekaligus menjadi pelayan bagi sesama manusia,” tutur Kiai Musleh dengan penuh penekanan.

Kepala Desa Lenteng Barat, Afan Afandi, menyampaikan apresiasi mendalam kepada para pemuda (PLB) yang istiqomah menjaga tradisi religius ini setiap tahun. Menurutnya, kehadiran tokoh masyarakat, anggota DPRD Dapil II, Camat Lenteng, hingga Baznas, menunjukkan kuatnya sinergi antara ulama, umara, dan pemuda.

“Peringatan ini adalah jalan kita mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kami ingin memastikan bahwa di desa ini, tidak ada anak yatim yang merasa sendiri. Perhatian dan kasih sayang kita adalah bagian dari ibadah di bulan mulia ini,” ujar Afan dengan nada takzim.

Ia berharap, lewat getaran doa dan semangat Nuzulul Qur’an, kekompakan masyarakat Lenteng Barat terus terjaga demi membangun desa yang lebih berkah dan maju. Acara ditutup dengan doa bersama yang menggetarkan hati, memohon keselamatan dan kemaslahatan bagi seluruh umat.

(Faisol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *