Atap Bocor dan Dinding Rapuh, Warga Desa Sukamanah Desak Pemkab Bekasi Segera Turunkan Program Bedah Rumah
KABUPATEN BEKASI – Temporatur. com
Kondisi memprihatinkan sejumlah hunian di Desa Sukamanah, Kecamatan Sukatani, memicu gelombang aspirasi dari masyarakat setempat. Warga mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi untuk segera memprioritaskan bantuan perbaikan rumah melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau Bedah Rumah di wilayah desa Sukamanah.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan struktural yang signifikan. Mulai dari atap yang bocor parah, dinding rumah yang retak dan rapuh, hingga lantai yang masih beralaskan tanah.
Kondisi ini kian mengkhawatirkan saat memasuki musim penghujan dan cuaca ekstrem, karena mengancam keselamatan para penghuninya.
Salah satu perwakilan warga mengungkapkan bahwa keterbatasan ekonomi menjadi faktor utama mereka tidak mampu merenovasi bangunan secara mandiri.
Sebagian besar warga yang terdampak berasal dari keluarga kurang mampu yang mengandalkan bantuan pemerintah.
“Harapan kami, Pemkab Bekasi melalui dinas terkait bisa turun langsung ke lapangan untuk memvalidasi kondisi hunian kami. Kami sangat membutuhkan bantuan ini agar bisa tinggal di rumah yang lebih manusiawi,” ujar salah satu warga Sukamanah Sabtu 31/1/2026.
Selain meminta percepatan realisasi bantuan, warga juga menekankan pentingnya transparansi dan pendataan ulang. Mereka berharap proses verifikasi dilakukan secara ketat agar bantuan bedah rumah ini tepat sasaran kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, guna menghindari ketimpangan sosial di desa.
Menanggapi hal ini, warga berharap aspirasi mereka sampai ke telinga Penjabat Plt Bupati Bekasi dan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bekasi agar segera dialokasikan anggaran perbaikan di tahun berjalan.
Program bedah rumah dinilai sebagai langkah konkret dalam meningkatkan indeks kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan.
(Sugi)















