Hujan Deras Picu Banjir Susulan di Labansari dan Bojongsari, Warga Kembali Mengungsi
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bekasi sejak Jumat dini hari (30/01/2026) menyebabkan banjir susulan kembali merendam permukiman warga.
Luapan Sungai Citarum dan Sungai Cibeet membuat air mengepung Kampung Nenggewer di Desa Labansari, Kecamatan Cikarang Timur, serta Kampung Bojongsari di Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin.
Hujan yang turun mulai pukul 02.00 hingga 07.30 WIB tersebut mengakibatkan debit air sungai meningkat tajam hingga meluap ke rumah-rumah warga.
Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, air telah memasuki bagian dalam rumah sehingga memaksa warga untuk kembali meninggalkan kediaman mereka.
Hingga berita ini diturunkan, dilaporkan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa banjir susulan ini. Namun, gelombang pengungsi mulai memadati Kantor Kecamatan Kedungwaringin karena ketinggian air yang terus meningkat.
Kesiapan Posko Kesehatan
Menanggapi situasi ini, Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Kedungwaringin telah menyiagakan Posko Kesehatan Keliling dan menetap di lokasi pengungsian Kantor Kecamatan.
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi munculnya penyakit pasca-banjir seperti gatal-gatal, kolera, dan penyakit lainnya.
Plt. Kepala UPTD Puskesmas Kedungwaringin, drg. Adrianto, memberikan instruksi langsung kepada seluruh jajaran petugas kesehatan agar memberikan pelayanan maksimal kepada para pengungsi.
“Kami mengarahkan seluruh karyawan dan karyawati medis untuk memberikan pelayanan yang ramah dan humanis kepada masyarakat yang terdampak banjir susulan di tempat pengungsian,” ujar drg. Adrianto dalam arahannya.
Pihak berwenang bersama posko kesehatan setempat terus berkoordinasi untuk memantau potensi kenaikan debit air serta memastikan kondisi kesehatan warga tetap terjaga di tengah cuaca ekstrem yang masih melanda wilayah Kabupaten Bekasi.
Reporter: Mandor Umpah















