Pengadaan Pihak Ketiga Dinilai Tidak Transparan, Sejumlah Unit Mati
Pengadaan dan pemasangan lampu jalan di Desa Trans Mangkurajo, Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong, Bengkulu, mulai menjadi perhatian serius, termasuk dari audit pengendalian harga aparatur penegak hukum (APH). Proses pengadaan yang dilakukan melalui pihak ketiga dinilai tidak transparan, menimbulkan pertanyaan besar di kalangan warga mengenai akuntabilitas penggunaan anggaran desa.

Sejumlah unit lampu jalan yang dipasang pada awal tahun di tahap pertama tersebut dilaporkan tidak berfungsi optimal. Beberapa di antaranya bahkan mati total, gagal memberikan penerangan yang diharapkan bagi masyarakat setempat.
Transparansi Dipertanyakan
Proses tender dan penetapan kontrak pihak ketiga yang tidak terbuka kepada publik menjadi sumber utama kekecewaan warga. Hal ini menimbulkan spekulasi dan pertanyaan mendasar terkait alasan di balik ketertutupan informasi tersebut.
“Kita tidak tahu siapa yang menangani pengadaan lampu ini. Hanya tahu tiba-tiba saja ada orang datang memasang lampu, tapi sekarang banyak yang mati,” ungkap HR (52),seorang petani di desa tersebut, mewakili keresahan warga.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada satu pun pihak dari pemerintah Desa Trans Mangkurajo yang berhasil dimintai keterangan terkait persoalan ini.
Pembangunan Lain Turut Jadi Sorotan
Selain masalah lampu jalan, masyarakat juga menyoroti pembangunan fisik lainnya di desa tersebut.
Proyek pembangunan pelapis tebing yang dilaksanakan pada tahun ini dinilai mengalami mark-u (penggelembungan dana).
“Kami sebagai masyarakat di sini menilai bahwasanya pelapis tebing yang dibangun tersebut terlalu besar hitungan per kubikasinya, itu menandakan hanya ingin meraup keuntungan besar,” terang salah satu warga (45) yang enggan disebutkan namanya.
Warga tersebut juga menambahkan bahwa penempatan pembangunan pelapis tebing dinilai tidak tepat sasaran, karena ada titik yang lebih curam dan membutuhkan pembangunan, namun belum tersentuh sama sekali.
“Kami juga menilai bahwa pembangunan pelapis tebing itu tidak terlalu curam, ada titik di mana seharusnya dibangunkan namun sampai saat ini belum tersentuh pembangunan,” tutupnya dengan nada kecewa kepada awak media pada Rabu (31/12/2025).
(Red)















