Di Tengah Darurat Banjir, Mualem: Ada Bupati Aceh Meninggalkan Daerah, Malah Bersenang-senang

Di Tengah Darurat Banjir, Mualem: Ada Bupati Aceh Meninggalkan Daerah, Malah Bersenang-senang

Di Tengah Darurat Banjir, Mualem: Ada Bupati Aceh Meninggalkan Daerah, Malah Bersenang-senang

Temporatur.com, Aceh – Gubernur Aceh Muzakir Manaf alias Mualem mengungkap kekecewaan terhadap sejumlah bupati yang dianggap tidak menjalankan tanggung jawab di tengah darurat banjir besar, dalam wawancara langsung dengan Najwa Shihab di program Mata Najwa Selasa (9/12/2025). Bahkan, ia mengaku ada pejabat daerah yang malah pergi bersenang-senang di luar daerah.

 

“Ada yang lari ke Medan lah, karaoke lah,” ungkap Mualem, membuat Najwa terkejut dan memastikan kembali. “Ya, itulah lebih kurang,” jawabnya sambil menggeleng.

Mualem menyampaikan pernyataan keras terhadap sikap para kepala daerah tersebut. “Kalau ada bupati-bupati Aceh yang cengeng seperti itu, ya balik kanan saja,” tegasnya. Ia menegaskan bahwa pemimpin yang dipilih rakyat harus hadir di tengah masyarakat saat kesusahan, bukan meninggalkan atau memilih hiburan. “Mereka dipilih untuk melayani rakyat, bukan lari ketika rakyat kesusahan,” katanya.

Selain kritik terhadap pejabat, Mualem juga menjelaskan kondisi terbaru penanganan bencana dan pemulihan infrastruktur. Menurutnya, listrik sudah menyala di banyak titik dan sebagian jembatan kecil hingga besar sudah dapat dilalui, meskipun beberapa jembatan besar masih belum tersambung sepenuhnya dan diperkirakan membutuhkan dua hari lagi untuk diperbaiki.

Bacaan Lainnya

Tantangan terbesar terletak pada akses ke empat kabupaten – Takengon, Bireuen, Aceh Tenggara, dan beberapa titik lain – yang masih harus mengandalkan jalur laut dan udara. Distribusi bantuan menjadi terhambat karena daerah-daerah ini hanya dapat dijangkau dengan feri, perahu, atau helikopter.

“Bantuan cukup melimpah di posko, namun tidak mudah menjangkaunya ke desa-desa terdalam. Mau tak mau kita harus gunakan helikopter,” ujar Mualem, menambahkan bahwa ia sudah meminta tambahan helikopter kepada Presiden dan beberapa unit sudah mulai tiba serta diterjunkan ke wilayah terisolir.

Meskipun demikian, ia mengakui masih banyak warga yang belum menerima bantuan, terutama di Aceh Timur. “Aceh Timur sampai sekarang belum seratus persen terjamah. Mereka belum dapat, masih berteriak-teriak minta sembako,” katanya. Pemerintah daerah akan memfokuskan upaya untuk menjangkau wilayah terpencil, dengan prioritas memastikan warga mendapatkan makanan.

Sampai hari ini, proses penanganan dan distribusi bantuan di Aceh masih terus dilakukan setelah banjir bandang melanda sejumlah wilayah. (Pan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *