Stop, Impor Babi yang bersifat Pragmatis Dan Merugikan Peternak Lokal?

Stop, Impor Babi yang bersifat Pragmatis Dan Merugikan Peternak Lokal?
banner 468x60

Jakarta, – Temporatur.com || Mantan Aktivis 98 (PRD) Kamper meminta pemerintah segera menghentikan impor daging babi. Menurut Kamper, kebijakan impor daging babi merupakan strategi pragmatis serta implikasinya sangat merugikan peternak babi lokal. Desakan penghentian impor daging babi ini disampaikan usai menyaksikan Rapat Kerja (Raker) DPR RI Komisi X terkait komoditas strategis.

“Melalui pesan singkat WhatsApp kepada Menteri Pertanian (Mentan RI) Andi Amran Sulaiman dan Menteri Perdagangan (Mendag RI) Budi Santoso, Minggu malam (30/11) agar segera mengkaji bahkan menghentikan impor daging babi dari luar negeri, karena kebijakan tersebut sangatlah merugikan peternak babi khususnya oeternak di Pulau Dewata Bali, “kata Kamper kepada awak redaksi Temporatur.com.

Terkait kebijakan tersebut Kamper menyebut, Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Menteri Pertanian yang diwakili Wamentan RI Sudaryono telah berjanji akan meninjau kebijakan impor dan secara bertahap dengan mengurangi kuota hingga suatu saat tidak ada lagi impor daging babi. “Mendag dan Wakil Wamentan menegaskan akan mengurangi impor tiap tahun, bahkan ke depan tidak ada lagi impor daging babi dari luar negeri,”jelas Kamper.

Sementara itu, produksi daging babi lokal per tahun menurut BPS mencapai 135.039 ton pada 2023 dan 130.871 ton pada 2024.
Lebih lanjut Kamper mengungkap data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan impor daging babi Indonesia pada 2023 mencapai 4.875 ton, meningkat menjadi 7.458 ton pada 2024, dan data terkini hingga Juli 2025 sudah mencapai 5.741 ton. Babi tersebut didatangkan dari negara Jepang, Spanyol, Denmark, serta USA.

Selama ini alasan impor terkait apapun adalah kualitas, Kamper tegaskan, alasan itu terlalu klasik dan tidak realistis bahkan cenderung menyudutkan para petani, peternak, nelayan lokal. “Yang seharusnya dilakukan pemerintah bukan impor, pemerintah harus hadir mendukung para peternak lokal secara keseluruhan dengan penyediaan bibit unggul, pakan lebih murah, standar kandang yang memadai, serta pendampingan secara konsisten sehingga cost produksi menjadi lebih rendah dan yang paling penting adalah alat-alat modern untuk peternak, petani serta nelayan, bukan kebijakan pragmatis, “pungkas kamper.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *