PALI – Sumatera Selatan
Temporatur.com
Di tengah perkembangan teknologi yang pesat dan arus informasi tak terbendung dengan cepatnya akses internet di perkotaan, nasib warga di desa dan pelosok malah sebaliknya. Tak sedikit kampung dan desa di PALI, Sumatra Selatan, yang masih susah sinyal bahkan tanpa sinyal dan akses internet atau blankspot.
Warga harus bersusah-payah berusaha mencari sinyal jaringan telepon seluler hingga internet ke perbukitan, lapangan terbuka, hingga manjat pohon, demi mendapatkan informasi dan layanan di dunia maya. Akibatnya, akses informasi selalu terlambat sampai pada warga di wilayah blankspot.
Kondisi memprihatinkan tersebut bisa terlihat di Desa Purun Timur, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, yang belom bisa menikmati fasilitas internet dengan baik.

Seperti yang di sampaikan oleh Dedi (35) warga Desa Purun timur, saat di bincangi Awak media di kediamannya, Kamis (23/10/2025), ia mengatakan kesulitan mengakses informasi dan berkomunikasi menggunakan internet. Ketergantungan pada teknologi semakin besar, mulai dari kegiatan pendidikan hingga sektor ekonomi, namun kurangnya infrastruktur telekomunikasi membuat masyarakat setempat terisolasi dari kemajuan yang ada.
“Sejak beberapa tahun terakhir, kami sangat berharap ada pembangunan tower telekomunikasi di sini, agar kami bisa menikmati akses internet yang lebih baik. Saat ini, banyak kegiatan yang terhambat karena sulitnya mendapatkan sinyal yang stabil,” ungkapnya.
Dedi juga mengatakan dengan adanya pembangunan tower telekomunikasi, mereka dapat menikmati akses internet yang lebih lancar, sehingga mereka dapat lebih mudah mengakses informasi, belajar, serta berkomunikasi dengan keluarga dan rekan di luar daerah
“Keberadaan akses telekomunikasi yang lebih baik diharapkan juga dapat mendukung perkembangan ekonomi lokal, membuka peluang usaha, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” jelasnya.
Tambahnya, “Masalah jaringan internet ini tidak hanya berdampak pada kebutuhan pribadi, tetapi juga mengganggu aktivitas kerja masyarakat. Apalagi dunia pendidikan di Desa Purun Timur yang semakin bergantung pada akses internet,” paparnya.
Dedi juga berharap pemerintah daerah dan penyedia layanan internet segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan masalah ini, perbaikan jaringan internet sangat penting untuk mendukung kemajuan desa dan kenyamanan warganya.
“Kami hanya minta pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan. Jangan sampai kami terus dirugikan seperti ini,” pungkasnya.
Permasalahan internet di Kabupaten PALI, khususnya di Desa Purun Timur menjadi sorotan masyarakat. Warga berharap adanya solusi segera agar layanan internet kembali normal dan dapat mendukung aktivitas sehari-hari.
(Kn)















