Ditemukan Mayat Yang Sudah Busuk di Pantai Peh Pulo Sumbersih Blitar Oleh Pemancing

Ditemukan Mayat Yang Sudah Busuk di Pantai Peh Pulo Sumbersih Blitar Oleh Pemancing

BLITAR-Penemuan Mayat oleh seseorang yang mau pergi memancing ini ternyata sudah membusuk dan bau sangat menyengat,karena mayat itu sendiri sudah rusak dan tidak utuh lagi penyebab dari proses pembusukan.

Korban yang di ketahui berinisial (FAF) Laki-laki umur 31 tahun asal Dusun Sumbersih Kecamatan.Panggungrejo Kabupaten. Blitar ini sehari harinya sebagai pedagang ini, di nyatakan hilang sejak Hari Sabtu (23/8/2025)di perkirakan mulai pukul14.00 WIB sudah tidak ada kembali, sampai pada hari Rabu tangal (27/8/ 2025), sekira pagi jam 07.00 WIB, korban ditemukan sudah menjadi mayat.

 

 

Korban (FAF) yang di temukan dipantai Peh pulo Dusun Sumbersih Kecamatan Panggung Rejo, Kabupaten Blitar ini juga berasal dari Dusun dan Kecamatan setempat.korban di temukan oleh saksi yang Bernama Waji (26) tahun, Imam Mahdi Ismayya Gunawan (29) dan juga Khosim (39) tahun sudah dalam keadaan mengapung di Pantai Dusun Peh pulo Desa Sumbersih Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar saat hendak berangkat mancing.

Warga setempat mengatakan, Sebelum di temukanya korban, keluarga korban dan warga masyarakat di sekitar Dusun Peh pulo Desa Sumbersih telah berusaha untuk melakukan pencarian korban dengan cara menyisir di sekitar lokasi tersebut (area di duga korban hilang) mulai dari Dusun Rowo Gebang sampai ke Dusun Bentis tempat spot mancing daerah Peh pulo tidak di ketemukan jejak korban.”tuturnya.

Bacaan Lainnya

Waji salah satu dari warga yang menemukan korban menambahkan, setelah mayat korban ditemukan langsung dilaporkan ke Polsek Panggungrejo Polres Blitar melalui Bhabinkamtibmas.

Kasi Humas IPDA Putut Iswahyudi manyampaikan, setelah mendapatkan informasi tersebut Polsek Panggungrejo berkordinasi dengan Piket INAFIS Polres Blitar, Polairud dan TNI AL serta BPBD Kabupaten.Blitar dan menuju TKP bersama-sama.

Hingga akhirnya mayat bisa di evakuasi dan kemudian mayat di bawa ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk di lakukan Visum atau Autopsi agar diketahui identitasnya maupun penyebab kematian korban.

proses identifikasi identitas korban menggunakan alat MAMBHIS dan tidak ditemukan, dikarenakan semua kulit jari mengalami kerusakan sehingga sidik jari korban tidak terdeteksi namun terdapat ciri ciri khusus korban bertato di dada, tangan dan kaki sebelah kiri semuanya.”yang disampaikan oleh IPDA putut lewan pesan whatsapp.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *