Revitalisasi Pasar Kranji Baru Tak Kunjung Selesai Kini Timbul Persoalan Sampah
Sampah pasar Kranji Naru hingga hari ini Senin 18 Agustus 2025 belum terangkut dan menjadi buah bibir dikalangan para pedagang, pengunjung dan juga lingkungan masyarakat yang berdekatan dengan lokasi pasar Kranji Baru, polemik sampah pasar Kranji Baru syistem pengelolaannya tidak maksimal, dan patut dipertanyakan kenapa sampah belum teratasi dengan baik, pihak pengelola pasar mengabaikan instruksi walikota bekasi, dalam hal ini menjaga kota bekasi tetap terjaga kebersihannya.
“Annadjofatu, Minal Iman” Kebersihan itu sebagian dari iman”.
Salah seorang pedagang saat di temui media Temporatur pada Senin 18/8/2025 mengatakan, “betul bahwa kami rutin membayar iuran sampah yang di kelola oleh unit pasar Kranji, tapi kenapa sampahnya diabaikan dan tidak diangkut, kami selaku pedagang kecewa dengan kinerja unit pasar kranji baru yang tidak tanggap persoalan sampah,” ujar Andi nama samaran.
Persoalan adanya tumpukan sampah di pasar kranji menyebkan warga kelurahan kranji, dan kelurahan jakasampurna kecamatan bekasi barat mulai resah akibat keterlambatan penjemputan sampah yang sudah berlangsung selama tiga hari terakhir. Sampah pedagang yang menumpuk dan membusuk tidak dilakukan pembuangan oleh unit pasar kranji baru, hal ini dapat menimbulkan bau tak sedap, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan pencemaran lingkungan warga masyarakat sekitar.
Seorang tokoh masyatakat RT 004/RW 05 Kelurahan Kranji menyampaikan bahwa armada angkutan sampah yang biasa menjemput sampah, sudah tidak terlihat selama beberapa hari ini.
“Biasanya, 2 unit sedikitnya 1 unit armada pengankut sampah selalu datang menjemput sampah yang ada di beberapa titik tempat Penampungan sementara, Tapi sudah tiga hari ini, sampah terus menumpuk tanpa ada kejelasan kapan akan diangkut,” ujarnya.
Kondisi ini pun dikonfirmasi oleh media temporatur kepegawai kasub kebersihan pasar kranji baru. Saat dikonfirmasi, ia mengatakan bahwa keterlambatan ini disebabkan oleh kondisi TPA yang mengalami longsor, dan armada yang biasa mengankut sampah mengalami keterlambatan,” jelasnya.
Harapan Pedagang, dan Peran Pemerintah, pedagang berharap agar pemerintah kota bekasi dalam hal ini Walikota Bekasi DR. Tri Adhianto segera mengambil langkah untuk memperbaiki sistem pengelolaaan pengangkutan sampah yang ada di pasar kranji baru, jika sampah tetus menerus, diabaikan maka akan terjadi penumpukan semakin tinggi, dan mengakibatkan terganggunya roda perekonomian bagi para pedagang itu sendiri. cetus tokoh masyarakat sekitar yang namanya tidak di publikasikan.
(Pepen)















