Breaking News
light_mode
Beranda » Parlementaria » Tinjau Sungai Ciherang, Anggota DPRD Bekasi Haryanto Soroti Hilangnya Tanggul dan Kerusakan Jalan

Tinjau Sungai Ciherang, Anggota DPRD Bekasi Haryanto Soroti Hilangnya Tanggul dan Kerusakan Jalan

  • account_circle Suryo S
  • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tinjau Sungai Ciherang, Anggota DPRD Bekasi Haryanto Soroti Hilangnya Tanggul dan Kerusakan Jalan

Bekasi –  Temporatur.com

Anggota DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Partai Demokrat, Haryanto, menyampaikan keprihatinannya saat meninjau langsung kondisi tanggul Sungai Ciherang di Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi. Tanggul yang membentang sepanjang 11,6 kilometer dari Desa Sukamakmur, Sukalaksana, hingga Bulak Melintang di Desa Sukakarsa, kini telah rata dengan tanah dan beralih fungsi menjadi lahan pertanian.

Haryanto, yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) 6 meliputi Kecamatan Kedungwaringin, Karangbahagia, Pebayuran, Sukakarya, dan Cabangbungin, menilai kondisi tersebut sangat memprihatinkan dan berpotensi membahayakan keselamatan warga. Berdasarkan penuturan Ketua RT Kampung Caringin/Ciherang, Desa Sukamakmur, Nardi, tanggul tersebut dulunya memiliki tinggi hampir dua meter dan berfungsi sebagai pelindung dari banjir.

“Saya geram melihat kondisi di lapangan. Tanggul yang dulunya tinggi dan kokoh, kini rata dan tidak terlihat. Ini sangat membahayakan. Seharusnya tidak boleh ada perubahan fungsi seperti ini,” tegas Heriyanto saat ditemui di lokasi.

Dalam kunjungan tersebut, Haryanto memastikan akan menindaklanjuti temuan tersebut kepada instansi terkait. Ia berkomitmen mendorong percepatan perbaikan tanggul dan normalisasi aliran Sungai Ciherang.

“Siap, Bang. Besok akan saya dorong agar segera direalisasikan perbaikan tanggul dan normalisasi sungainya,” ujarnya.

Nardi menambahkan, hilangnya tanggul membuat wilayah Kampung Caringin hingga Kampung Pulo Panjang dan seluruh kawasan Desa Sukamakmur rentan terendam banjir saat debit Sungai Ciherang meningkat.

“Kalau sungai banjir, kampung kami pasti terendam. Tanggul itu sangat penting, dan sekarang malah hilang,” keluh Nardi.

Masyarakat berharap pemerintah segera bertindak memperbaiki kondisi tanggul yang hilang demi mencegah potensi bencana yang lebih besar di masa mendatang.

(ER)

  • Penulis: Suryo S

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less