Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Berita » Brigade Infanteri (Brigif) 3/Tri Budi Sakti (TBS) Kostrad Laksanakan Latihan Terjun Penyegaran Statik

Brigade Infanteri (Brigif) 3/Tri Budi Sakti (TBS) Kostrad Laksanakan Latihan Terjun Penyegaran Statik

  • account_circle Suryo S
  • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Maros, – Temporatur.com || Prajurit Brigade Infanteri (Brigif) 3/Tri Budi Sakti (TBS) Kostrad melaksanakan Latihan Terjun Penyegaran Statik di Pangkalan Udara (Lanud) Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. “Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemeliharaan dan peningkatan kemampuan Lintas Udara prajurit secara profesional dan berkelanjutan, “kata Danbrigif 3/TBS Kolonel Inf Ari Widyo Prasetyo, S.Sos, melalui pesan singkat WhatsApp kepada Temporatur.com, Rabu dinihari (3/06).

Foto: Istimewa

Lebih lanjut Danbrigif 3/TBS Kolonel Inf Ari Widyo Prasetyo, S.Sos mengatakan, “Latihan yang digelar selama dua hari ini dimulai dengan Terjun Bebas Militer (TBM) pada hari pertama, disusul Terjun Statik dari ketinggian 1.200 feet pada hari kedua. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pesawat Hercules dari Skadron Udara 33, dengan titik muat dan dropping zone (DZ) berada di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar”.

Foto: Istimewa

Kegiatan Jungar (Terjun Penyegaran) ini merupakan program rutin Brigif 3/TBS yang bertujuan untuk mempertajam keterampilan para prajurit dalam menghadapi berbagai tugas operasi. Latihan ini juga menjadi wujud kesiapsiagaan dan profesionalisme satuan Lintas Udara dalam mendukung tugas pokok TNI AD. “Latihan terjun ini merupakan bagian dari agenda tahunan Kostrad. Ia menegaskan pentingnya latihan untuk meningkatkan kemampuan, baik secara individu maupun dalam satuan, guna mendukung tugas operasional yang semakin kompleks dan sangat penting sebagai bentuk pembinaan satuan dan upaya mempertahankan kesiapsiagaan prajurit Lintas Udara dalam melaksanakan tugas operasi di berbagai medan. Alhamdulillah, latihan berjalan dengan lancar dan aman,” ujar Danbrigif 3/TBS Kolonel Inf Ari Widyo Prasetyo, S.Sos.

Selain menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan menyukseskan pelaksanaan latihan tersebut. “Terima kasih kepada Danlanud Hasanuddin, Skadron 33, Denmatra 2, Perbekud, serta semua pihak yang telah membantu. Keberhasilan latihan ini tidak lepas dari dukungan dan kerja sama yang baik antar satuan,” pungkas Danbrigif 3/TBS Kolonel Inf Ari Widyo Prasetyo, S.Sos

  • Penulis: Suryo S

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Bermasalah,Pembangunan Kantor BPD Lambang Sari Bekasi Mangkrak

    • calendar_month Minggu, 7 Mei 2023
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Diduga Bermasalah,
    Pembangunan Kantor BPD Lambang Sari Bekasi Mangkrak

  • Dok. Temporatur.com

    DPMD Kabupaten Bekasi Terbitkan Surat Penjelasan Teknis Pilkades Serentak 2026, Ini 6 Poin Aturan Pentingnya

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    DPMD Kabupaten Bekasi Terbitkan Surat Penjelasan Teknis Pilkades Serentak 2026, Ini 6 Poin Aturan Pentingnya

  • Keterangan foto : Rumah warga tidak layak huni di desa Sukamanah

    Atap Bocor dan Dinding Rapuh, Warga Desa Sukamanah Desak Pemkab Bekasi Segera Turunkan Program Bedah Rumah

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Atap Bocor dan Dinding Rapuh, Warga Desa Sukamanah Desak Pemkab Bekasi Segera Turunkan Program Bedah Rumah

  • Keterangan foto : Ketua Paguyuban Camat Sumenep Dukung DPD. GANNAS Perkuat Gerakan Anti Narkoba hingga Pesantren dan Sekolah

    Ketua Paguyuban Camat Sumenep Dukung DPD. GANNAS Perkuat Gerakan Anti Narkoba hingga Pesantren dan Sekolah

    • calendar_month Sabtu, 26 Sep 2026
    • account_circle Faisol
    • 0Komentar

    Ketua Paguyuban Camat Sumenep Dukung DPD. GANNAS Perkuat Gerakan Anti Narkoba hingga Pesantren dan Sekolah SUMENEP – TEMPORATUR. COM Ketua Paguyuban Camat se-Kabupaten Sumenep, Abdul Halid, S.Sos., M.Si., menyatakan dukungan terhadap langkah Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Anti Narkoba Nasional (DPD GANNAS) Kabupaten Sumenep dalam memperkuat gerakan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di wilayah Kabupaten Sumenep. […]

  • Cegah Potensi Gangguan Kamtibmas di Wilayah Hukumnya, Polsek Talang Ubi Gelar KRYD

    • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Cegah Potensi Gangguan Kamtibmas di Wilayah Hukumnya, Polsek Talang Ubi Gelar KRYD

  • Petani Pengelola Lahan Balai  Benih Kecamatan Pebayuran,  Keluhkan Kebijakan  UPTD yang Tak Berpihak

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    PETANI PENGELOLA

    Sejumlah petani penggarap yang mengelola lahan Balai Benih di Kampung Tambun, Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kebijakan pemberhentian sementara pengelolaan lahan yang diterapkan oleh UPTD Balai Benih. Kebijakan ini dianggap tidak disertai dengan musyawarah yang memadai dan pemberitahuan yang jelas, sehingga menimbulkan kesan seperti pemecatan tanpa alasan yang sah.

    Dalam pertemuan yang digelar hari ini, Dede, perwakilan dari UPTD Balai Benih Karangharja, menjelaskan bahwa keputusan pemberhentian sementara tersebut diambil sebagai langkah antisipasi akibat pemberitaan yang viral di media. Namun, kebijakan ini tidak memberikan kejelasan bagi petani terkait nasib mereka ke depan, dan tidak melibatkan komunikasi yang baik antara pihak UPTD dan penggarap.

    Selain itu, petani juga mengeluhkan tingginya harga pupuk non-subsidi yang membebani mereka, seperti Pupuk Urea Petro N 46% yang dijual seharga Rp 8.500 per kilogram dan Pupuk PHONSKAH seharga Rp 7.000 per kilogram, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga pupuk bersubsidi yang biasanya dijual dengan harga sekitar Rp 2.250 hingga Rp 2.500 per kilogram. Para petani pun menuntut penjelasan mengenai alasan mereka tidak dapat membeli pupuk subsidi meskipun terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

    Masalah lainnya yang dikeluhkan oleh para petani adalah penetapan harga gabah yang ditawarkan oleh Balai Benih yang dianggap terlalu rendah dibandingkan dengan harga pasar. Hal ini semakin memperburuk kondisi ekonomi para penggarap yang merasa dirugikan. Petani juga menyatakan kesiapan mereka untuk menerima rencana retribusi atau bagi hasil, asalkan pihak UPTD Balai Benih memberikan transparansi dalam pengelolaan dan pelaksanaannya. Para petani menegaskan bahwa mereka siap menerima retribusi sebesar Rp 1.500 per kilogram, namun menolak jika besaran retribusi ditetapkan sebesar Rp 3.000 per kilogram, karena dianggap terlalu memberatkan.

    “Kami selaku pengharap siap terkait dengan cara bagi hasil atau rencana retribusi, namun itu pun jika retribusinya Rp 1.500 per kilogram. Jika ditetapkan Rp 3.000 per kilogram, kami keberatan. Lantas, kami dapat apa jika retribusi sebesar itu? Kami harap pihak UPTD Balai Benih Karangharja dapat lebih transparan dalam kebijakan yang diterapkan dan memberikan penjelasan yang jelas mengenai pengelolaan yang dilakukan,” ungkap para petani.

expand_less