Kang Dedi Mulyadi: “Bertobatlah!!” Pengelola Yayasan Pendidikan yang Tak Transparan!
Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, mengeluarkan pernyataan tegas terkait pengelolaan dana yayasan pendidikan dalam pidatonya. Ia menyoroti praktik-praktik tidak transparan yang merugikan masyarakat dan menegaskan komitmennya untuk melakukan audit terhadap yayasan pendidikan yang dianggap tidak adil dalam pengelolaan dana.
“Saya tahu yayasan ada dua jenis: ada yang murni idealisme, dan ada yang hanya usaha. Saya tahu, ada yang menjadikan pendidikan sebagai ladang usaha, bahkan menerima dana dobel dari berbagai sumber. Tobatlah, dosa Anda!” ujar Kang Dedi dengan nada tegas.
Ia mengkritik yayasan pendidikan yang menerima berbagai sumber pendanaan, mulai dari sumbangan pihak luar, dana BPMU, dana BOS, hingga iuran orang tua siswa, tetapi tetap membebankan biaya tinggi kepada siswa. Menurutnya, praktik ini adalah bentuk korupsi yang harus dipertanggungjawabkan.
“Bangunan dari sumbangan diterima, bangku dari sumbangan diterima. Tapi masuk sekolah tetap mahal, iuran setiap bulan tetap mahal. Dana BPMU diterima, dana BOS diterima, sumbangan siswa diterima. Anda harus mempertanggungjawabkan seluruh tindakan buruk ini!” tegasnya.
Kang Dedi juga menyoroti ketimpangan dalam dunia pendidikan. Ia mengecam sekolah yang memiliki dana berlebih tetapi tetap membebankan biaya tinggi, sementara ada sekolah lain yang hampir roboh dan siswanya berasal dari keluarga tidak mampu.
“Saya tidak mau ada ketidakadilan. Ada sekolah yang menumpuk dana luar biasa, tapi di sisi lain ada sekolah hampir roboh, anak-anaknya miskin. Saya akan audit semuanya!” katanya.
Audit yang direncanakan Kang Dedi ini bertujuan memastikan pendidikan di Jawa Barat berjalan secara adil dan transparan, sehingga tidak ada pihak yang diuntungkan secara sepihak. Langkah ini diharapkan dapat mengatasi kesenjangan pendidikan di wilayah tersebut.
(Red)















