Parah,!! Kegiatan Rutin Pemeliharaan jalan Nasional di Bengkulu Terindikasi Ada Penyimpangan

Parah,!! Kegiatan Rutin Pemeliharaan jalan Nasional di Bengkulu Terindikasi Ada Penyimpangan
Keterangan foto ;Dokumentasi Temporatur.com

Parah,!! Kegiatan Rutin Pemeliharaan jalan Nasional di Bengkulu Terindikasi Ada Penyimpangan

Bengkulu,Temporatur.com

Konsistensi Pemerintah Pusat dalam Penggunaan Dana Negara secara Efisien masih sangat di ragukan, walaupun adanya gebrakan baru pada era kepemimpinan bapak Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia, dengan di adakan sistem Episensi Anggaran, namun masih saja ada kegiatan terkesan hanya menghamburkan uang Negara.

Seperti kegiatan melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) provinsi Bengkulu dengan Kegiatan Pemeliharaan rutin jalan pekerjaan tampal sulam, batas Kabupaten Kepahiang – Batas Sumsel (Kota Lubuk Linggau) yang di kerjakan oleh Jumadi CS.

Terlihat pekerjaan di laksanakan terkesan adanya Praktek penyimpangan yang berdampak pada praktek korupsi secara terbuka, tanpa mengkuawatirkan tentang penerapan hukum, sehingga menimbulkan opini publik bahwa kegiatan ada beking kuat.

Keterangan foto: Jumadi saat di konfirmasi oleh wartawan di kediamannya pada sabtu (19/4)
Keterangan foto: Jumadi saat di konfirmasi oleh wartawan di kediamannya pada sabtu (19/4)

Jumadi saat di konfirmasi oleh wartawan di kediamannya pada sabtu (19/4)mengatakan, “Saya sebagai pekerja dan sekaligus Kepala Rombongan, untuk volume pekerjaan ukuran ketebalan bervariasi dari 6 Cm hingga 8 Cm, dan AMP kami gunakan milik Selamat Grup (SG) yang beralamat di bengkulu utara, dan Kembangsri, menggunakan Armada Damtruk, tentu suhu Panas aspal masih tercapai”.ujarnya

Bacaan Lainnya

Namun fakta di lapangan terdapaf di beberapa bagian ketebalan aspal hanya 2 cm hingga 4 cm, selain itu, kondisi fisik sudah mengalami kerusakan padahal baru di kerjakan, maka secara otomatis kegiatan tampal sulam terkesan mubazir

Sementara limbah material, yang di angkut ke lokasi kediaman bukan di masak ulang, atau daur ulang, namun material itu dapat di bagi – bagikan terhadap siapa saja yang membutuhkan secara GRATIS

Uniknya Jumadi sebagai ketua kelompok pekerja, tidak banyak memgetahui, baik tentang besaran anggaran yang di gunakan maupun Volume keseluruhan dan dirinya enggan menyebutkan dengan siapa dirinya bekerja.**.

(ML)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *