KDM Dianggap Otoriter, Kepala Desa Srijaya Minta Maaf dan Berterima Kasih kepada Gubernur Dedi Mulyadi

KDM Dianggap Otoriter, Kepala Desa Srijaya Minta Maaf dan Berterima Kasih kepada Gubernur Dedi Mulyadi
Foto Istimewa

KDM Dianggap Otoriter, Kepala Desa Srijaya Minta Maaf dan Berterima Kasih kepada Gubernur Dedi Mulyadi

Bekasi- Temporatur.com

Kepala Desa Srijaya, Cani Hermansyah, akhirnya meminta maaf kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, atas pernyataannya yang sempat menyebut sang gubernur bertindak otoriter. Permintaan maaf ini disampaikan setelah ketegangan yang muncul akibat pembongkaran bangunan liar di Desa Srijaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.

Dalam pernyataan resminya, Cani Hermansyah mengakui kesalahannya dan berterima kasih atas perhatian Gubernur Dedi Mulyadi terhadap warga terdampak.

“Saya meminta maaf karena sudah mengatakan Kang Dedi otoriter. Ternyata rumah warga yang terdampak pembongkaran diganti. Terima kasih, Kang Dedi,” ujar Cani Hermansyah pada Sabtu (15/3/2025).

Sebelumnya, Cani Hermansyah sempat melontarkan kritik keras kepada Gubernur Dedi Mulyadi, yang ia anggap bertindak tanpa prosedur saat memerintahkan pembongkaran bangunan liar.

Bacaan Lainnya

“Saya kesal karena bangunan itu langsung dibongkar tanpa ada surat teguran dan sosialisasi dulu. Mentang-mentang Kang Dedi gubernur, tidak melihat keadaan warga dulu, main asal bongkar,” ucapnya pada Jumat (14/3/2025).

Namun, setelah pemerintah provinsi memberikan ganti rugi layak kepada warga terdampak, sikap Cani berubah. Warga Desa Srijaya juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Gubernur Dedi Mulyadi atas upayanya memastikan kesejahteraan mereka di tengah program pembangunan yang berjalan.

Tanggapan positif ini membawa angin segar bagi hubungan antara pemerintah desa dan pemerintah provinsi, sekaligus menegaskan pentingnya dialog dan kerja sama dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *