Nama Desanya Disebut Tempat Mesum, Kepala Desa Belluk Ares  Kabupaten Sumenep Geram !

Nama Desanya Disebut Tempat Mesum, Kepala Desa Belluk Ares  Kabupaten Sumenep Geram !
Keterangan foto: Foto : Kantor Balai Desa Belluk Ares, Jalan Raya Belluk Ares No. 13 Kecamatan Ambunten Kab. Sumenep.(ft: Moh.Anwar)

Nama Desanya Disebut Tempat Mesum, Kepala Desa Belluk Ares  Kabupaten Sumenep Geram !

Sumenep, – Temporatur.com

M.Salehodin kepala desa Belluk Ares Kecamatan Ambunten Kabupaten Sumenep geram dan marah terkait viralnya pemberitaan yang menyudutkan desanya di sebut sebagai tempat mesum.

Kepada Temporatur.com, menyampaikan pihaknya sangat dilukai dengan adanya pemberitaan yang menyudutkan dirinya sebagai kepala desa Belluk Ares.

Bahkan menurutnya pihaknya juga menuding oknum Reporter di salah satu Media online yang mencatut nama desa tanpa melakukan konfirmasi dan klarifikasi sebelumnya kepada pihak desa, katanya.

“Jadi tindakannya bagi saya sangat tidak profesional dan sangat menyakitkan,cetus sang Kades dengan nada geram, (Kamis 13/03/2025).

Bacaan Lainnya

“Media itu sebagai penyampai pemberitaan yang akurat, makanya reporternya itu harus benar-benar teruji dan sajian beritanya harus memenuhi unsur 5 W 1 H tidak asal menulis dan berdampak kepada hal yang dapat merugikan orang lain, tegas M.Solehodin.

Ia juga mengatakan, sebagai reporter itu harus menyajikan berita yang berimbang dan tidak sepihak atau pun memihak, seperti lugas, tegas dan tepat sasaran, makanya sebagai wartawan harus benar-benar melakukan investigasi dan klarifikasi dalam memastikan kebenaran,tukasnya.

” Saya tegaskan, jika kejadian yang ditulis oleh salah satu media online, terkait, Seorang oknum Guru ngaji yang berinisial ST di desa Beluk Ares Kecamatan Ambunten Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur diduga melakukan pencabulan itu tidak benar dan tidak ada”, lontar Kades.

Ia juga menjelaskan, jika peristiwa itu terjadi di Desa saya, setidaknya saya sebagai kepala Desa di mintai keterangan didalam sebuah pemberitaan, jika tidak ada komentar saya berarti berita itu asal dan tidak akurat, karena sumbernya harus jelas dan valid,tambahnya.

Seharusnya, sambung Kades, kejadian yang dapat menjatuhkan nilai agama tidak harus di publik, kita malu membuka aibnya sendiri, apalagi disebarkan untuk orang banyak, tuturnya.

“Kami atas nama kepala Desa Belluk Ares meminta pihak berwajib untuk melakukan tindakan yang wajar sesuai dengan tuntutan dan syariat Islam yang benar dengan cara melakukan Ishlah untuk pencapaian hal yang baik.

” Kita itu manusia biasa yang tak luput dari salah dan lupa, jadi saling nasihat menasihati dalam kebenaran dan memaafkan, intinya carilah solusi yang terbaik untuk tidak saling menyakiti”.

“Saya sangat prihatin atas kejadian yang menimpa, hanya saja, sambungnya, sebagai manusia biasa memiliki tugas mulia untuk selalu berikhtiar dan memberikan yang terbaik.

” Ayo mediasi untuk mencari solusi, bukan malah menghujat atau mencaci, kita itu seagama, jangan memalukan diri sendiri, dengan cara menyebarkan aib saudaranya kepada publik”

Ia juga mengatakan, selagi bisa diselesaikan dengan cara damai kenapa harus bertengkar, kenapa harus bermuka masam, kenapa harus bertikai, padahal kita tahu, bahwa tersenyum itu dapat menebus setiap kesalahan,pungkas Kades.

Sementara di tempat terpisah, salah satu wartawan senior di Kabupaten Sumenep, Faisal ER, menyayangkan langkah media yang kurang pro aktif dan kurang memperhatikan peristiwa atau kejadian sebagai sarana informasi ,penggalian informasi yang akurat dalam sebuah pemberitaan.

” Sebagai reporter seharusnya melakukan dan mengembangkan informasi itu dengan baik, tidak langsung di telan sekaligus, makanya setiap informasi kita terima dan kita cek kembali kebenarannya”

Jika terjadi kesalahan baik dalam penulisan pemberitaan, maka wajib bagi redaksi untuk memberikan sangsi bagi reporter dan menyampaikan pernyataan maaf secara tertulis lewat medianya, tandasnya.**

(Moh. Anwar)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *