Ramai di Medsos Masyarakat Bukit Kemuning Keluhkan Kelangkaan Gas Elpiji 3kg dan Harga Meroket
Lampung Utara || Temporatur.com
Sejak memasuki bulan suci ramadhan masyarakat kecamatan Bukit Kemuning kabupaten Lampung Utara banyak mengeluh akan kelangkaan Gas Elpiji 3kg di pangkalan resmi dan harga di pengecer tembus 35rb-50rb.
Keluhan masyarakat Bukit Kemuning sulitnya mendapatkan gas dan tingginya Hlharga beli tersebut ramai di ungkapkan diberbagai group Facebook,seperti dikutip dari akun @Nadarin Qxxxxx : Bukit Kemuning capai 50rb.
@Hendera Sxxxx : Ditempat kami bukit kemuning masih langka dan mahal rata-rata 35rb-40rb (Pertabung).
@Dhevhie Pxxxxx : orangtua nyari tadi malahan ada yang sampai 50rb-52rb(Pertabung), @Yurman Dxxx : Memang bukit luar binasa masalah gas Elpiji 3kg.
Fenomena kelangkaan gas ini menjadi pertanyaan publik, dimana sejak tanggal 4-6 Maret 2025 Pemkab Lampung Utara teoah menyalurkan tambahan kouta Gas Elpiji 3kg sebanyak 6.720 tabung,tapi masyarakat kecamatan Bukit Kemuning masih banyak yang nenjerit akan kelangkaan gas yang menjadi kebutuhan pokok.
Patut diduga adanya oknum-oknum pangkalan nakal dengan cara mengoper ke pengecer/kios dengan harga tinggi sehingga mengakibatkan harga eceran tembus 2x lipat dari harga ketentuan pemerintah.
Saat awak media melakukan investugasi dan menggali informasi kepada salah satu oknum pangakalan yang engga disebutkan namanya saat diikonfirmasi melalui pesa WhatsApp mengatakan, “gimana bang kami juga bingung sih karena masyarakat menuntut kami akan sedikit gas yang ada, sedangkan kouata untuk kami aja hanya 50 tabung jadi kami mau tidak mau mencari obsie yang mana beli dengan oknum yang menjual harga dari ketentuan (harga tinggi), jadi ketika kami mendapatkan akses itu pasti kami beli dengan harga 21rb-22rb, jadi ketika kami oper ke pengecer pasti kami perhitungkan biaya kami mencari gas tersebut itulah mengapa harga di pengecer bisa meroket bang.”kata oknum pemilik angkalan gas pada Jumat, 07/03/2025.
Ditempat lain awak media mencoba meminta keterangan warga sekitar kecamatan Bukit, (Markona-red) (Bukan nama Asli), mengatakan,” parah mas untuk Bukit ini kami ibu-ibu rumah tangga kebingungan harus gimana mas,nyari ke pangkalan resmi hampir rata-rata jawaban sama habis, ketika kami beli di pengecer/kios Harga bisa dua kali lipat mas.”cetus Markonah.
Saat awak media mencoba menyampaikan Informasi apa yang menjadi Keluhan masyarakat kabupaten Lampung Utara Terkait Persoalan Gas Elpiji 3kg kepada Direktur (Dirut) PT.Pertamina Persero Simon Aloysius melalui pesan singkat whatsApp.
“Walaikumsalam pak,terimakasih sebelum nya atas informasi dari bapak, dan akan saya teruskan ke Tim yang ada di lampung. dan kita akan perintahkan tim turun untuk cek langsung wilayah kecamatan Bukit Kemuning tersebut.”tulis Simon dalam pesan WhatsApp nya.
Sampai berita ini di terbitkan awak media masih mencoba konfirmasi baik kepihak Pemerintah Daerah Lampung Utara dan pihak Hiswana Migas Lampung Utara.**
(MJs)















