Desa Duko kecamatan Rubaru kabupaten Sumenep, manfaatkan air hujan sebagai sarana pertanian
Musim hujan di manfaatkan oleh petani Madura untuk menanam Padi dan Jagung. Para petani merasa sangat terbantukan dengan kedatangan hujan, khusus di areal kekeringan lahan sawah yang tidak produktif.
Reporter Media Temporatur.com mendatangi saudara Abdul Jalil salah satu warga asal Desa Duko Kecamatan Rubaru Kab. Sumenep yang sedang bercocok tanam dengan menggunakan alat seadanya.
Kata Jalil, Musim hujan sangat di manfaatkan oleh warga di desa Duko Kecamatan Rubaru Kab. Sumenep khusus diareal sawah yang tidak produktif, tegasnya.
” Mereka yang memiliki lahan sawah yang tidak produktif biasanya ditanami Jagung, Kacang, Singkong, Kedelai, Bawang Merah, pokoknya tanaman yang tidak terlalu membutuhkan lahan basah ”
Selain itu juga, Ia menjelaskan struktur tanah di desa Duko masuk kategori lahan kering yang kurang produktif, Makanya masyarakat sangat terbantukan dengan adanya air hujan,jeasnya.
Jalil, Memohon kepada Pemerintah Kab. Sumenep untuk dapat memperhatikan keberadaan lahan kering menjadi lahan yang produktif, tentu yang diperlukan para petani adalah pengeboran dibeberapa titik untuk menjadikan lahan produktif,pungkasnya
Sementara, Ketua Pusat Kajian ketahanan Pangan dan Pertanian (Pusaka) Desa, Faisol Sadamih, S.Sos akan membantu keluhan para petani di Kab. Sumenep untuk mendapat perhatian khusus dari Pemerintah.
” Saya akan tampung semua aspirasi dan keluhan para petani untuk disampaikan kepada Pemerintah yang membidangi hal pertanian”
Selain itu juga, para petani, pekebun, Nelayan dan Pedagang di Kab. Sumenep, harus mendapat perlindungan optimal dari Pemerintahan Kab. Sumenep, tentu melalui lembaga Pusat Kajian Ketahanan Pangan dan Pertanian (PUSAKA) Desa, program dan saluran pemerintah akan tepat guna dan tepat sasaran,imbuhnya.
(Moh. Anwar)
















