PILKADA, Putera Daerah dan Tiga Modalitas Penting

PILKADA, Putera Daerah dan Tiga Modalitas Penting
Nazwar, S. Fil. I., M. Phil. Kabiro Media Temporatur.com (Penulis Lepas Lintas Jogja Sumatera)leh: Nazwar, S. Fil. I., M. Phil. (Penulis Lepas Lintas Jogja Sumatera)

PILKADA, Putera Daerah dan Tiga Modalitas Penting

Temporatur.com

PILKADA serentak sebagai kontestasi pemilihan pemimpin daerah tingkat daerah dan kabupaten telah digelar. Putera daerah yang dianggap terbaik menjadi yang paling pantas mendapat kesempatan untuk berkompetisi. Melalui mekanisme seleksi baik oleh partai maupun komponen masyarakat terutama orang awam telah menentukan mereka sebagai yang terbaik.

Bukan hanya pantas menjadi para pemimpin di daerahnya, namun juga berhak sebagai orang terbaik untuk membawa daerah yang dipimpinnya ke arah yang diinginkan sebagai tujuan berupa kebaikan bersama.

Hindari angan-angan Kosong
Mantan Vokalis Band menjadi pejabat, kemudian, berperan aktris dan bergelar doktor serta kini menjadi juga menjadi pejabat adalah di antara fenomena yang menunjukkan jalan pintas untuk meraih kesuksesan, menjadi di antara materi atau latar bagi seorang putera daerah dalam berkhayal.

Meski pada satu sisi menjadi bukti, bukan tidak mungkin suatu mimpi dapat menembus tebalnya dinding birokrasi dengan tidak melakukan pelanggaran (seperti gelar palsu) namun sisi lain membawa konsekuensi tuntutan berupa perjalanan panjang dalam proses pendidikan dapat termentahkan begitu saja dalam suatu ukuran kualitas tertentu.

Bacaan Lainnya

Bergelar putera daerah lantaran berkecimpung di luar daerah sebagai penuntut ilmu bahkan sempat berkarir menjadikan cerminan akan suatu alasan yang tidak senantiasa seiring sejalan dengan kenyataan. Seperti perjalanan orang yang sejak mula adalah artis namun dapat begitu saja menyalip dengan menjadi pejabat.

Meskipun sang putera daerah telah berjibaku sedemikian rupa dalam meniti karir, namun bisa secara begitu saja dikalahkan dalam hal jabatan.
Karakteristik Putera Terbaik
Setiap orang memiliki kesempatan menjadi yang terbaik namun hasil menunjukkan mereka yang terpilih adalah baik tidak hanya menurut diri sendiri namun juga menurut orang banyak (mayoritas) sebagai konsekuensi dari sistem demokrasi. Dianggap memiliki pengetahuan, pengalaman dan kemampuan dalam memimpin serta dapat membawa diri di tengah-tengah masyarakat dan menerimanya sebagai pemimpin.

Seseorang dapat saja memiliki jam terbang berupa pengetahuan luas dengan menimba ilmu di luar daerahnya, yang memungkin memiliki tingkat pengetahuan melebihi mereka yang hanya di daerahnya saja. Bisa juga dalam bentuk pengalaman, seorang yang telah lama membina karir di ibu kota atau di daerah selain tempat tinggalnya, namun keduanya tidak menjadikan putera daerah tersebut sebagai jaminan dianggap terbaik bagi masyarakat.

Kenyataannya, tidak sedikit dari mereka yang sebelumnya berkecimpung di luar daerah kurang dapat disambut baik (“not welcome”) ketika membuka diri untuk menjadi putera daerah terbaik dengan bersedia untuk memimpin di daerah. Bahkan meski sudah berusaha untuk berkontribusi dan terlibat aktif di masyarakat, tidak sedikit putera daerah dengan karakteristik tersebut justru kembali meninggalkan daerahnya dengan tangan hampa.

Jangankan menjadi pemimpin di daerahnya dengan rasa bangga, terkadang kegagalan para perantau tersebut justru tidak diberi peran apa-apa.

Tiga Modalitas Penting
Maka, apa sebenarnya yang perlu diperhatikan agar tidak muncul perasaan kecewa mendalam dan justru dapat menghasilkan suatu keliru pemahaman? Tidak lain yang menjadi pertimbangan penting baik bagi calon pemimpin maupun masyarakat yang akan dipimpin untuk mempertimbangkan modalitas yang dimiliki pemimpin ideal.

Pertama, pularitas, bagian ini menjadi pertimbangan besar untuk seseorang dapat diterima di masyarakat. Ketersohoran seseorang dengan berbagai latar belakang menjadi faktor penentu seseorang dikenal. Dalam rangka kontestasi politik, poin ini seringkali identik dengan kemujuran sebagai kepala daerah dari putera daerah terbaik.

Dua, harta atau kekayaan diakui memiliki peran penting dan menjadi modal vital dalam kontestasi kepada daerah. Tidak pernah ada kepada daerah baik pada tingkat provinsi maupun kabupaten yang miskin atau kelas menengah. Semuanya adalah orang punya. Maka harta menjadi di antara modalitas yang perlu disadari agar tidak terlampau menimbulkan angan-angan kosong belaka.

Tiga, kontribusi! Mantan Vokalis Band menjadi pejabat, kemudian, berperan aktris dan bergelar doktor serta kini menjadi juga menjadi pejabat kontras dengan fenomena atau isu pemalsuan ijazah oleh aparat desa; dalam pandangan penempuh proses pendidikan secara an sich (jenjang perjenjang). Meski pada satu sisi menjadi bukti, bukan tidak mungkin suatu mimpi dapat menembus tebalnya dinding birokrasi, namun sisi lain membawa konsekuensi tuntutan berupa perjalanan panjang dalam proses pendidikan dapat termentahkan begitu saja dalam suatu ukuran kualitas tertentu.

Jika dipikir secara sungguh, maka jelas langkah nasib baik menggapai cita-cita adalah kontribusi dalam masyarakat. Peran aktif dan dinilai positif menjadi poin bagi sang putera daerah mampu menjadi pemimpin mereka sebagai masyarakat. Kontribusi dengan citra atau dikenal sebagai sosok yang baik dapat meyakinkan bahwa putera daerah tersebut adalah sosok yang tulus, dapat dipercaya serta akan berkontribusi sama positifnya ketika menjabat dalam suatu kepemimpinan/jabatan tertentu.

Demikian tiga modalitas yang penting diperhatikan dalam kontestasi perpolitikan termasuk bagi putera daerah. Tidak peduli seberapa luhur nilai yang dianut, diterapkan dan disebarkan dalam berkehidupan jika tanpa memperhatikan hal tersebut nampaknya akan sulit mendapat tempat khususnya bagi masyarakat saat ini di mana pun tempatnya, terkecuali disebabkan faktor yang memang di luar kebiasaan umat manusia.**

Sumber opini oleh: Nazwar, S. Fil. I., M. Phil.
Kabiro Media Temporatur.com
(Penulis Lepas Lintas Jogja Sumatera)leh: Nazwar, S. Fil. I., M. Phil. (Penulis Lepas Lintas Jogja Sumatera) 12 Dedember 2024

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *