2 Orang Pekerja Penggali Pipa PDAM Tewas 1 Luka Bakar Tersengat Arus Aliran Listrik di Karangbahagia Bekasi

2 Orang Pekerja Penggali Pipa PDAM Tewas 1 Luka Bakar Tersengat Arus Aliran Listrik di Karangbahagia Bekasi
Keterangan gambar : 3 Korban terkapar pekerja Galian PDAM 2 Tewas satu Lia terbakar tersengat aliran Arus listrik di Kp.Polu Pisang Kecamatan Karangbahagia Kabupaten Bekasi

Bekasi – Jabar || Temporatur.com

Penggalian lubang pipa PDAM telan 3 orang  korban pekerja yang tersengat aliran listrik, peristiwa  diduga dari genset yang digunakan para pekerja penggali lubang pipa PDAM. Genset di gunakan untuk penyedot air maupun penyambungan pipa paralon karet tersebut.

Proyek pekerjaan penggalian pipa PDAM tersebut berlokasi di Kampung Pulo pisang RT 02/03 Desa Karang Anyar Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi Jawa Barat.

Insiden musibah kecelakaan 3 pekera galian tanah untuk saluran pipa PDAM tersebut sekitar pukul 15.00 WB ,Rabu 12/7/2023.

Berdasarkan keterangan dari Aiptu Suprianto selaku Bimaspol Desa Karang Anyar Kecamatan Karang Bahagia Kabupaten Bekasi megatakan,kejadian tersebut pada saat pekerja sedang menyambung pipa.

” Sebenarnya orang itu lagi nyambung pipa ( pekerja ) tiba -tiba dari atas, entah dari mana asal mulanya, kita juga gak tau, adanya aliran listrik, tau- tau kedua orang tersebut terkapar terkena sengaja aliran listrik, tutur Aiptu Suprianto .

Bacaan Lainnya

“Menurut saya bahwa dibawah tidak ada aliran listrik di liat, murni dari Genset setrum tersebut karena orang tersebut ( pekerja ) pegangan besi dari Genset , korban ada 3 orang yang berdua meninggal, bernama Diki dan Sekiri,  korban   luka bakar bernama Agi yang merupakan pekerja warga dari Cirebon Sukatani, sementara korban Agi  tertolong atas hanya mengalami luka bakar di kaki,terang Suprianto Bimaspol Desa Karang Anyar Kecamatan Karang Bahagia.

Icih Ketua RT setempat menjelaskan kepada Media bahwa pekerjaan proyek penggalian pipa PDAM tersebut tidak pernah memberikan informasi kepada ketua lingkungan (RT) dan warga sekitar, seharusnya ada pelaksananya yang memberikan informasi adanya pekerjaan tersebut.

“Sebenarnya sudah saya tanya. sudah izin belum ke Desa tapi para tukang menjawab saya ga tau Bu saya cuma pekerja ,dan Bu Icih juga bilang jangankan ke kantor Desa, ke RT setempat juga gak laporan pak ,ujar Bu RT kepada awak media setelah kejadian baru rame adayang laporan ,” tutup  Icih kepada wartawan.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *