Diduga Molor,Pelaksanan Penataan Kawasan Pantai Mekar Tidak Sesuai RAB

Bekasi-Jabar || Temporatur.com

 

Terkait pelaksanaan pembangunan Penataan kawasan Pantai Mekar Kecamatan Muara gembong Kabupaten Bekasi yang dilaksanakan oleh CV.THREE MUSKETEER dengan nomer SPK 602.1/04/SP/PPKM-KB.BKS/VIII/2022.
Nilai anggaran 4.462.865.050,50 Empat miliar Empat ratus enam puluh dua juta delapan ratus enam puluh lima ribu lima puluh rupiah,lima puluh sen. Waktu kerja Seratus dua puluh hari kalender.
Di duga waktunya Molor atau lewati batas perjanjian kontrak dan di duga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Pasal nya hasil pantauan media bicarafakta.co.id di lokasi Kamis 23/02/2023 melihat kegiatan yang di Anggaran kan pada tahun 2022 sampai saat belum selesai. Kemudian tampak dari pelaksanaan kerja saat melaksanakan pengecoran menggunakan sistem manual, dan pekerja pun tidak menggunakan alat keselamatan kerja (K3) Pelaksana, Konsultan,pengawas tak tampak di lokasi pekerjaan.

Di tempat terpisah anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dapil Jabar 9 Irpan Haeroni (red) saat di temui bicarafakta.co.id mengatakan ” Saya selaku anggota DPRD Provinsi Jawa Barat yang kebetulan lokasi pelaksanaan Penataan Kawasan Pantai Mekar Kecamatan Muara gembong ini berada di wilayah dapil saya maka setelah mendengar dan melihat dari pengaduan warga, saya akan membuat surat teguran kepada dinas terkait agar di tinjau ulang pelaksanaan pekerjaan tersebut.

Kalau saya lihat dari papan informasi proyek itu di anggarkan pada tahun 2022″ nah sekarang sudah tahun 2023 malah sudah bulan dua kok masih belum selesai? Nanti bagaimana laporan pertanggungjawaban nya? Sekali lagi saya akan menelusuri terus persoalan ini sampai tuntas” Tegasnya.

Bacaan Lainnya

Sementara itu Camat Muara gembong Lukman Hakim (red) saat di temui di ruang kerjanya menuturkan ” Saya berharap kepada pelaksanaan pembangunan Penataan Kawasan Pantai Mekar Kecamatan Muara gembong ini dapat segera dapat di selesai kan.

Kemudian pelaksanaan nya harus selesai sebelum hari raya idul fitri, sebab kita tau bahwa Kabupaten ini sedikit sekali kawasan wisata pantai,dan warga Kabupaten Bekasi butuh tempat wisata yang indah dan nyaman, abang lihat sendiri tiap hari besar berapa banyak warga Kabupaten Bekasi yang wisata ke luar daerah, kalau kita punya tempat wisata kan bisa nambahin Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan juga bisa menjadi pemberdayaan masyarakat, ada yang bisa dagang kopi, mie, atau memasarkan dan memperkenalkan produk ciri khas Muara gembong” harapnya. (Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *