Breaking News
light_mode
Beranda » Nusantara » Meningkatkan Produksi Pangan Strategis Dalam Mengendalikan Inflasi

Meningkatkan Produksi Pangan Strategis Dalam Mengendalikan Inflasi

  • account_circle Suryo S
  • calendar_month Jumat, 23 Des 2022
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Medan-Sumut || Temporatur.com

 

Penguatan sinergitas dan komitmen dari seluruh stakeholder dianggap perlu dilakukan guna meningkatkan produksi pangan strategis dalam mengendalikan inflasi. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara Ir.Lucyantini MM, saat menjadi Nara sumber di Studio Inews Tv Medan dengan ‘ thema peningkatan produksi pangan, mengendalikan inflasi, pada Rabu yang lalu. (11/12)

Menurutnya dalam meningkatkan produksi pangan strategis dalam mengendalikan inflasi tidak hanya Tugas utama Pemerintah namun perlu peran serta Masyarakat khususnya kelompok Tani, dengan bersama-sama saling melengkapi, tidak saling menyalahkan, namun sama-sama mencari solusi atas persoalan yang kerap dihadapi para Petani pada umumnya.

Sumatera utara sendiri menurut Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumtera Utara Ir.Lucyantini MM, memiliki 3 komuditas proritas yang hingga kini masih swasembada yakni beras, jagung dan cabe merah, Ketiga komuditas ini memang prioritas utama dalam peningkatan produksi, karena memang komuditas-komiditas ini yang selalu berdampak pada inflasi, dikatakan pada awak media Kamis.(22/12/22).

Menurut Lucyantini, meski ketiga komuditas ini mengalami swasembada, namun pihaknya terus memberikan dorongan bagi para petani komuditas lain, untuk terus berupaya meningkatkan produksi, yakni dengan cara memberikan penyuluhan ketiap-tiap daerah Kawasan pertanian, serta memastikan penyaluran pupuk bersubsidi tepat sasaran, meski selalu adanya tantangan yang tidak bisa terhindarkan, yakni alih fungsi lahan, yang mencapai 10 ribu hektar pertahun.

karena menurutnya tuntutan peningkatan produksi tidak akan berjalan bila lahan pertanian semakin menyusut. ditambah lagi keluarnya permentan nomor 10 tahun 2022, dimana pupuk bersubsidi hanya dibantu 2 jenis saja yakni Urea dan Mpk, Dan jumlah penyalurannya juga sudah dikurangi atau dibatasi. Namun meski demikian Namun pihaknya berjanji akan terus memberikan penampingan kepada para Petani untuk terus meningkatkan hasil produski.

Sementara menurut salah satu anggota kelompok berkah tani Kabupaten Deli Serdang Supriyadi, kendala yang kerap mereka hadapi ditengah tuntutan peningkatan produksi Pangan Strategis Dalam Mengendalikan Inflasi, memang adanya pembatasan penyaluran pupuk bersubsidi dimana dalam prakteknya terkadang penyalurannya tidak tepat sasaran. Sehingga para petani harus membeli Pupuk nonsubsidi dengan harga yang lebih mahal, yang memaksa mereka harus mengurangi jumlah bibit yang ditanam, karena keterbatasan pupuk bersudsidi.

Selain pupuk, permasalahan yang kerap dihadapi para petani, adalah pasokan air. Khususnya pertanian yang berada dikawasan pesisir Pantai. Karena bila musim kemarau sudah tiba, dipastikan para petani selalu kekurangan air untuk pengairan pertanian, yang membuat hasil produksi tanaman pertanian merekapun kurang maksimal.

Namun ditengah semakin majunya teknologi pertanian saat ini, para petani pun mengaku terbantu dengan berbagai peratan pertanian baik bantuan dari pemerintah maupun mereka beli sendiri, yang memudahkan mereka mencari solusi atas permalsahan yang kerap mereka hadapi. Namun mereka tetap berharap penuh kepada pemerintah untuk terus memberikan bimbingan yang berkesinambungan membantu para petani untuk terus meningkatkan hasil produksi guna mencapai meningkatkan produksi pangan strategis dalam mengendalikan inflasi.

Meningkatkan Produksi Pangan Strategis Dalam Mengendalikan Inflasi

Medan, Penguatan sinergitas dan komitmen dari seluruh stakeholder dianggap perlu dilakukan guna meningkatkan produksi pangan strategis dalam mengendalikan inflasi. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumtera Utara Ir.Lucyantini MM, saat menjadi Nara sumber di Studio iNewstv Medan dengan ‘ thema peningkatan produksi pangan, mengendalikan inflasi, pada Rabu yang lalu. (11/12)

Menurutnya dalam meningkatkan produksi pangan strategis dalam mengendalikan inflasi tidak hanya Tugas utama Pemerintah namun perlu peran serta Masyarakat khususnya kelompok Tani, dengan bersama-sama saling melengkapi, tidak saling menyalahkan, namun sama-sama mencari solusi atas persoalan yang kerap dihadapi para Petani pada umumnya.

Sumatera utara sendiri menurut Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumtera Utara Ir.Lucyantini MM, memiliki 3 komuditas proritas yang hingga kini masih swasembada yakni beras, jagung dan cabe merah, Ketiga komuditas ini memang prioritas utama dalam peningkatan produksi, karena memang komuditas-komiditas ini yang selalu berdampak pada inflasi, dikatakan pada awak media Kamis.(22/12/22)

Menurut Lucyantini, meski ketiga komuditas ini mengalami swasembada, namun pihaknya terus memberikan dorongan bagi para petani komuditas lain, untuk terus berupaya meningkatkan produksi, yakni dengan cara memberikan penyuluhan ketiap-tiap daerah Kawasan pertanian, serta memastikan penyaluran pupuk bersubsidi tepat sasaran, meski selalu adanya tantangan yang tidak bisa terhindarkan, yakni alih fungsi lahan, yang mencapai 10 ribu hektar pertahun.

karena menurutnya tuntutan peningkatan produksi tidak akan berjalan bila lahan pertanian semakin menyusut. ditambah lagi keluarnya permentan nomor 10 tahun 2022, dimana pupuk bersubsidi hanya dibantu 2 jenis saja yakni Urea dan Mpk, Dan jumlah penyalurannya juga sudah dikurangi atau dibatasi. Namun meski demikian Namun pihaknya berjanji akan terus memberikan penampingan kepada para Petani untuk terus meningkatkan hasil produski.

Sementara menurut salah satu anggota kelompok berkah tani Kabupaten Deli Serdang Supriyadi, kendala yang kerap mereka hadapi ditengah tuntutan peningkatan produksi Pangan Strategis Dalam Mengendalikan Inflasi, memang adanya pembatasan penyaluran pupuk bersubsidi dimana dalam prakteknya terkadang penyalurannya tidak tepat sasaran. Sehingga para petani harus membeli Pupuk nonsubsidi dengan harga yang lebih mahal, yang memaksa mereka harus mengurangi jumlah bibit yang ditanam, karena keterbatasan pupuk bersudsidi.

Selain pupuk, permasalahan yang kerap dihadapi para petani, adalah pasokan air. Khususnya pertanian yang berada dikawasan pesisir Pantai. Karena bila musim kemarau sudah tiba, dipastikan para petani selalu kekurangan air untuk pengairan pertanian, yang membuat hasil produksi tanaman pertanian merekapun kurang maksimal.

Namun ditengah semakin majunya teknologi pertanian saat ini, para petani pun mengaku terbantu dengan berbagai peratan pertanian baik bantuan dari pemerintah maupun mereka beli sendiri, yang memudahkan mereka mencari solusi atas permalsahan yang kerap mereka hadapi. Namun mereka tetap berharap penuh kepada pemerintah untuk terus memberikan bimbingan yang berkesinambungan membantu para petani untuk terus meningkatkan hasil produksi guna mencapai meningkatkan produksi pangan strategis dalam mengendalikan inflasi.(***)

  • Penulis: Suryo S

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perumahan Grand Wisata Cluster Rivertown

    Pungli Berkedok Iuran IPL Oleh Oknum RW dan RT di Cluster Rivertown Grand Wisata, Kades Lambang Jaya Bilang Tidak Tahu ??

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Perumahan Grand Wisata Cluster Rivertown

  • Diduga Tidak Fokus Saat Berkendara,Pelajar SMP Asal Pringsewu Alami Kecelakaan Yang Menyebabkan Kaki Kanan Putus

    • calendar_month Jumat, 24 Mar 2023
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Diduga, Tidak Fokus Saat Berkendara,Pelajar SMP Asal Pringsewu Alami Kecelakaan Yang Menyebabkan Kaki Kanan Putus

  • Polisi Kawal Verifikasi PKH di PALI, 3 Penerima Mundur Usai Penempelan Stiker

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Suryo Sudharmo
    • 0Komentar

    PALI – Temporatur.com, Polsek Talang Ubi,Polres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), mengawal ketat kegiatan penempelan stiker dan verifikasi lapangan penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Sinardewa, Kecamatan Talang Ubi, Rabu (4/2/2026). “Dari hasil survei langsung terhadap 219 keluarga penerima manfaat, tercatat tiga penerima dinyatakan graduasi atau mengundurkan diri karena tidak lagi memenuhi kriteria bantuan,”Kata […]

  • GOW Kabupaten Bekasi Mengecam Staycation Perpanjangan Kontrak Kerja

    • calendar_month Sabtu, 6 Mei 2023
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    GOW Kabupaten Bekasi Mengecam Staycation Perpanjangan Kontrak Kerja

  • Pemkab Taput Gelar Pisah Sambut Kajari, Bupati Sampaikan Apresiasi untuk Donny K. Ritonga

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Tapanuli Utara – Temporatur.com | Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menggelar acara pisah sambut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tapanuli Utara dari Donny K. Ritonga, S.H., M.H. kepada Dedy Frits Rajagukguk, S.H., M.H., Kamis (6/11/2025) di Gedung Sopo Partungkoan Tarutung. Acara tersebut dihadiri Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., Ketua TP PKK Ny. […]

  • Ngeri,,Viral Kejadian Oknum Guru Aniaya Murid di SMP Negri Pinoh Selatan

    • calendar_month Sabtu, 8 Feb 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Melawi Kalbar-Temporatur.com

    Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh prilaku oknum seorang guru ( Pendidik) sebuah video yang viral sosok oknum guru melakukan penganiayaan berbagi grup WhatsApp masyarakat serta medsos, kali ini terjadi di Kabupaten Melawi Provinsi Kalbar.

    Kejadian penganiayaan tersebut di unggah melalui video serta grup WhatsApp sekitar beberapa hari lalu hingga saat ini. Degan adanya laporan warga masyarakat yang mengirim video penganiayaan seorang murid oleh oknum guru di sekolah SMP Negri Pinoh Selatan Desa Mangal, yang tidak mencerminkan perikemanusiaan serta seorang pendidik, serta oknum guru tersebut juga mengunakan sebilah pisau dilihat dalam video sampai mau mengorok sang murid lengkap dengan tendangan dan sebaginya, dibeberapa redaksi media online pada Sabtu sore sekitar pukul 17:00.

    Redaksi beberapa media setelah mendapatkan laporan serta kiriman video penganiayaan oknum guru terhadap murid tersebut langsung menghubungi kepala dinas pendidikan Kabupaten Melawi melalu cet WhatsApp ,pada Sabtu 8 Febuari 2025 sekitar pukul 19:04 Wib bapak Yusseno ,”*MEMBENARKAN* kejadian tersebut kepada beberapa redaksi media.

    Kadis pendidikan kabupaten Melawi Yusseno juga mengatakan bahwa oknum guru tersebut sudah dipanggil dikantor dan saat ini sementara kami setay kan dikantor terang kadis.

    Redaksi juga mempertanyakan kepada bapak Yusseno sekolah SMP negri berapa pak,!! namun tidak dijawab… Sementara Kapolres Melawi AKBP Muhammad Syafi’i saat dikonfirmasi melalui Cet WhatsApp pihak polres belum mengetahui hal tersebut sampai saat ini belum ada laporan korban dan mungkin diselesaikan secara internal dinas pendidikan terang Kapolres Melawi AKBP Muhammad Syafi’i .

    Seluruh pimpinan redaksi dan awak media minta oknum guru pelaku penganiayaan terhadap muridnya yang tidak mencerminkan perikemanusiaan dan contoh sosok pendidik segera di tindak tegas oleh penegak hukum khususnya pihak kepolisian dan setek holder yang berkompeten baik di Kabupaten Melawi maupun Provinsi Kalimantan Barat apa pun itu sudah tidak bisa di toleransi lagi. Awak media dan seluruh LSM akan terus memantau prose hukum terhadap oknum guru tersebut Agara ada efek jera dan tidak terulang kembali oleh pelaku pelaku lainnya.

    Seluruh pimpinan redaksi media juga berharap para wartwan selaku kontrol sosial dan mitra semua kalangan yang berada di wilayah Kabupaten Melawi berperan aktif membongkar setiap kejahatan yang dilakukan oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab.

    Sumber : Laporan Warga Dan Kadis Pendidikan Kabupaten Melawi Yusseno
    Penulis : Jono Aktuvis98

expand_less