Opini, Sosial

BLOOM = PARADOX

Ragam, – Temporatur.com || Persis 100 tahun yang silam, pada suatu hari di bulan Februari 1922, Leopold Bloom lahir. Dalam sebuah novel. Dan sejak itu, ia jadi penanda penting bagi sastra di seluruh dunia. Ia tokoh fiktif, makhluk rekaan dalam “Ulysses” yang digubah James Joyce, pengarang Irlandia itu. Novel setebal 730 halaman ini tentang suatu hari (ya, hanya satu hari, di tanggal 16 Juni 1904) dalam hidup dua lelaki kelas menengah dan satu perempuan penyanyi yang berzinah: Stephen Daedalus, penulis muda yang belum dapat tempat, Molly Bloom, 34 tahun, isteri Leopold yang dibiarkan suaminya untuk tak setia, yang menutup novel ini dengan sebuah monolog yang asyik, dan Bloom sendiri, 38 tahun. “Ulysses” menggambarkan kehidupan 20 jam itu sedemikian kongkrit: menangkap realitas bukan hanya dengan nalar dan mata. Ia sebut bau pesing di ginjal kambing yang akan dimasak buat sarapan; harum teh di cangkir; aroma kepulan asap mentega yang mendidih di […]

Tidak Ada Pos Lagi.

Tidak ada laman yang di load.