Breaking News
light_mode
Beranda » Bekasi » DIDUGA BERULANG, TAWURAN REMAJA DI KAMPUNG GANDU RESAHKAN WARGA, POLISI DAN PEMDES DIMINTA BERTINDAK

DIDUGA BERULANG, TAWURAN REMAJA DI KAMPUNG GANDU RESAHKAN WARGA, POLISI DAN PEMDES DIMINTA BERTINDAK

  • account_circle Suryo
  • calendar_month 44 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Warga menyoroti aktivitas remaja hingga dini hari, keberadaan posko di lokasi sepi, serta dugaan konsumsi miras dan obat-obatan keras. Patroli rutin dan pemasangan CCTV didesak segera dilakukan.

BEKASI — TEMPORATUR.COM

Dugaan aksi tawuran remaja yang berulang di Kampung Gandu, Desa Sukadarma, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Warga mendesak Polsek Sukatani, Polres Metro Bekasi, dan Pemerintah Desa Sukadarma segera mengambil langkah konkret untuk mencegah terjadinya bentrokan yang berpotensi mengakibatkan korban luka maupun korban jiwa.

Heru, tokoh masyarakat Kampung Gandu, mengungkapkan bahwa aktivitas sejumlah remaja yang dikeluhkan warga diduga kerap berlangsung pada malam menjelang akhir pekan, terutama Sabtu malam hingga Minggu dini hari. Waktu yang dianggap rawan disebut berlangsung sekitar pukul 02.00 WIB hingga menjelang subuh.

“Jangan sampai nunggu nyawa melayang. Kami sudah resah, sudah cerita ke sana-sini, tapi rasanya belum ada yang benar-benar turun dan menyelesaikan,” ujar Heru, Minggu (8/11/2026).

Menurut Heru, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius karena bukan hanya menyangkut aktivitas berkumpulnya remaja hingga larut malam, tetapi juga muncul dugaan adanya konsumsi minuman keras (miras), obat-obatan keras, serta penggunaan senjata tajam dan benda tumpul dalam perkelahian.

KEBERADAAN POSKO DI LOKASI SEPI DISOROT

Salah satu titik yang menjadi perhatian warga berada di belakang rumah seorang warga yang dikenal dengan sebutan Mantri Husni.

Heru menyebut lokasi tersebut relatif sepi dan jarang dilalui masyarakat. Di kawasan itu, menurut keterangannya, terdapat sebuah posko yang diduga kerap dijadikan tempat berkumpul sejumlah remaja hingga larut malam.

“Tempatnya di belakang rumah Mantri Husni, jarang orang lewat. Ada poskonya mereka di situ. Makanya enak buat kumpul-kumpul sampai larut malam,” ungkapnya.

Keberadaan posko tersebut diharapkan dapat ditelusuri aparat untuk memastikan fungsi, pengelolaan, serta aktivitas yang berlangsung di lokasi tersebut.

WARGA PERNAH MEREKAM KELOMPOK REMAJA

Heru juga menceritakan bahwa warga pernah memergoki sekelompok remaja yang diduga hendak melakukan tawuran di sekitar gang samping rumah Mantri Husni.

Saat itu, aktivitas kelompok tersebut sempat direkam menggunakan kamera. Namun, menurut Heru, mereka langsung meninggalkan lokasi setelah mengetahui sedang direkam.

“Pernah kepergok mau tawuran, sempat dividiokan melalui kamera, langsung kucar-kacir, kabur,” tuturnya.

Ia mengkhawatirkan aktivitas serupa kembali terjadi ketika pengawasan masyarakat melemah.

“Lengah sedikit dalam pengawasan warga, mereka kembali lagi ke jalan dan kembali beraksi cari lawan duelnya,” katanya.

Rekaman yang disebut dimiliki warga diharapkan dapat menjadi bahan penelusuran apabila diserahkan kepada aparat berwenang.

DUGAAN KONSUMSI MIRAS DAN OBAT-OBATAN KERAS

Selain dugaan tawuran, Heru menyampaikan adanya dugaan konsumsi miras dan obat-obatan keras oleh sebagian remaja sebelum terjadi perkelahian.

Ia mengaku informasi tersebut berasal dari pengamatan dan keterangan yang berkembang di lingkungan masyarakat. Warga juga disebut pernah menemukan botol yang diduga bekas minuman keras di sekitar lokasi.

“Diduga sebelum duel tawuran mereka mengonsumsi miras dan obat-obatan keras,” ujarnya.

Heru meminta aparat menelusuri informasi tersebut secara serius, termasuk apabila terdapat indikasi penyalahgunaan maupun peredaran obat-obatan keras.

Ia juga mengkhawatirkan dugaan penggunaan senjata tajam dan benda tumpul dalam aksi perkelahian dapat meningkatkan risiko keselamatan warga.

Meski demikian, dugaan konsumsi dan peredaran miras maupun obat-obatan keras tersebut masih memerlukan verifikasi dan pembuktian melalui pemeriksaan aparat berwenang.

PATROLI DINI HARI DAN CCTV DIMINTA DIREALISASIKAN

Untuk mencegah dugaan tawuran kembali terjadi, Heru mengusulkan sejumlah langkah pengamanan lingkungan.

Pertama, meningkatkan patroli kepolisian pada waktu yang dianggap rawan, terutama Sabtu malam hingga Minggu dini hari.

Kedua, memasang kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik strategis guna membantu pemantauan lingkungan serta mendokumentasikan apabila terjadi gangguan keamanan.

Ketiga, mengaktifkan kembali Pos Keamanan Lingkungan (Pos Kamling) melalui ronda malam terjadwal dengan melibatkan RT/RW, Linmas, tokoh pemuda, dan masyarakat.

Heru juga meminta komunikasi antara Bhabinkamtibmas dan warga diperkuat agar setiap informasi mengenai potensi gangguan keamanan dapat segera ditindaklanjuti.

“Kalau cuma sekali-sekali diawasi, ya mereka balik lagi. Harus rutin, harus ada yang jaga terus,” katanya.

Ia menegaskan masyarakat siap membantu menjaga keamanan lingkungan, tetapi membutuhkan koordinasi dan kehadiran aparat secara berkelanjutan.

PERISTIWA DI SUKAMULYA JADI PERINGATAN

Heru turut mengingatkan adanya peristiwa tawuran di Desa Sukamulya yang menurut informasi yang diterimanya mengakibatkan seorang anak di bawah umur meninggal dunia.

Ia berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran agar potensi kekerasan antarremaja di Kampung Gandu dapat dicegah sejak dini.

“Jangan sampai kejadian hilang nyawa anak di bawah umur seperti di Desa Sukamulya baru-baru ini terjadi juga di sini. Lebih baik dicegah sekarang,” ungkapnya.

Menurutnya, pencegahan tidak cukup hanya melalui patroli kepolisian, tetapi juga membutuhkan pengawasan keluarga dan pembinaan terhadap kalangan remaja.

POLISI DAN PEMDES DIMINTA BERSINERGI

Heru menegaskan bahwa persoalan keamanan lingkungan harus menjadi tanggung jawab bersama. Ia meminta Polsek Sukatani dan Polres Metro Bekasi menindaklanjuti keluhan masyarakat, termasuk memeriksa lokasi yang disebut menjadi tempat berkumpulnya remaja serta menelusuri dugaan penyalahgunaan miras dan obat-obatan keras.

Pemerintah Desa Sukadarma juga diminta mengambil peran dengan memfasilitasi koordinasi bersama RT/RW, Linmas, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta para orang tua.

“Ini tidak bisa hanya diserahkan ke polisi. Pemdes juga harus hadir. Ketua RT, RW, tokoh pemuda, tokoh agama, semua harus bergerak,” tegasnya.

Heru turut mengingatkan para orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anaknya, terutama ketika masih berada di luar rumah hingga dini hari.

“Jam dua pagi sampai subuh anak masih di luar, orang tua harus bertanya: anaknya ke mana, sama siapa, dan sedang apa? Jangan sampai orang tua baru tahu setelah anaknya jadi korban atau pelaku,” ujarnya.

WARGA MENUNGGU TINDAK LANJUT

Keresahan masyarakat Kampung Gandu kini membutuhkan tindak lanjut nyata. Sejumlah informasi yang disampaikan warga, mulai dari dugaan tawuran berulang, keberadaan posko, hingga dugaan konsumsi miras dan obat-obatan keras, perlu ditelusuri melalui pemeriksaan lapangan dan verifikasi aparat.

Warga berharap pengawasan tidak hanya dilakukan setelah terjadi insiden, melainkan menjadi langkah pencegahan yang terjadwal dan berkelanjutan.

Hingga berita ini disusun, keterangan dari pihak Polsek Sukatani, Polres Metro Bekasi, dan Pemerintah Desa Sukadarma masih perlu dimintakan untuk melengkapi pemberitaan.

Pesan warga jelas: jangan menunggu jatuhnya korban jiwa untuk bergerak. Keamanan lingkungan harus dijaga bersama melalui pencegahan, pengawasan, dan penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

(SUR)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less