Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Inilah Pesan Dedi Mulyadi Kepada Asep Surya Atmaja Saat Melantik : Targetkan 2027 Tak Ada Jalan Rusak dan Sekolah Buruk di Kabupaten Bekasi

Inilah Pesan Dedi Mulyadi Kepada Asep Surya Atmaja Saat Melantik : Targetkan 2027 Tak Ada Jalan Rusak dan Sekolah Buruk di Kabupaten Bekasi

  • account_circle Suryo
  • calendar_month 43 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Inilah Pesan Dedi Mulyadi Kepada Asep Surya Atmaja Saat Melantik : Targetkan 2027 Tak Ada Jalan Rusak dan Sekolah Buruk di Kabupaten Bekasi

BANDUNG — TEMPORATUR.COM

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta Bupati Bekasi dr. Asep Surya Atmaja memprioritaskan perbaikan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, penataan lingkungan, serta pelayanan publik di Kabupaten Bekasi. Ia menargetkan pada 2027 tidak ada lagi jalan berlubang dan sekolah dalam kondisi memprihatinkan di wilayah tersebut.

Arahan itu disampaikan Dedi dalam rangkaian pelantikan Asep Surya Atmaja sebagai Bupati Bekasi definitif untuk sisa masa jabatan 2025–2030 di Bandung, Jumat (23/10/2026).

Dedi menegaskan, sebagai kepala daerah, Asep harus mampu menggerakkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar bekerja secara maksimal dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Dokter Asep sebagai bupati pimpin seluruh organisasi perangkat daerah di Bekasi. Tingkatkan layanan masyarakatnya, perbanyak belanja infrastrukturnya. Jalannya harus pada mulus, sekolahnya harus pada bagus, puskesmasnya harus menjadi puskesmas yang terbaik,” kata Dedi.

Penataan Lingkungan Harus Menjadi Prioritas

Selain infrastruktur dan pendidikan, Dedi menyoroti kondisi lingkungan Kabupaten Bekasi yang dinilainya masih membutuhkan pembenahan serius. Persoalan sampah, sungai yang tidak terawat, serta kawasan permukiman yang belum tertata dinilai perlu segera ditangani.

Menurutnya, perkembangan ekonomi dan industri Kabupaten Bekasi yang pesat harus diimbangi dengan kondisi wilayah yang bersih, tertib, dan nyaman bagi masyarakat.

“Bekasi itu duitnya banyak, tapi daerahnya enggak rapi. Sungainya penuh sama sampah, sampah di tiap daerah menumpuk. Untuk itu sekarang dipimpin Dokter Asep, Bekasi harus kinclong dan Pemprov Jabar akan membantu penuh menata estetika Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

Dedi meminta penataan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari lingkungan permukiman, ruang publik, sungai, trotoar, hingga kawasan perbatasan. Ia juga mengingatkan agar pembangunan tetap memperhatikan keberadaan ruang terbuka, lahan pertanian, dan kawasan rawa.

“Harus ada ruang sawahnya tetap, ruang kalinya harus ada, rawanya tetap harus ada. Semua harus tertata,” katanya.

Pengadaan Proyek Harus Transparan

Dalam menjalankan pemerintahan, Dedi meminta Asep memimpin birokrasi secara tegas, profesional, dan berorientasi pada hasil. Ia menekankan pentingnya transparansi dalam proses pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Menurut Dedi, penentuan pemenang proyek harus didasarkan pada profesionalitas dan kemampuan memenuhi persyaratan, bukan karena titipan atau kedekatan dengan pejabat tertentu.

“Lakukan seluruh pekerjaan, lelang secara terbuka. Yang menangnya adalah profesional. Bupati enggak boleh dititip-titip siapa yang akan menang. Terserah siapa yang terbaik,” tegasnya.

Ia juga meminta seluruh kepala perangkat daerah, camat, dan lurah tidak hanya mengandalkan laporan administratif, tetapi turun langsung untuk melihat persoalan masyarakat dan memastikan pelayanan berjalan dengan baik.

“Saya minta Bapak-Bapak jangan jadi bupati kantoran. Harus jadi bupati trotoar, bupati sawah, bupati kebun, bupati pabrik. Muter tiap hari, pulang ke rumah jam 10, tidur, besok berangkat lagi,” ujarnya.

Ingatkan Bupati Jaga Integritas

Dedi turut mengingatkan Asep agar menjaga integritas selama menjalankan amanah sebagai kepala daerah. Ia meminta jabatan bupati tidak dimanfaatkan untuk kepentingan bisnis pribadi maupun kepentingan kelompok tertentu.

Menurutnya, keberhasilan seorang kepala daerah harus diukur dari hasil kerja, kualitas pelayanan publik, serta manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

“Bupati fokus pada pekerjaan. Saya yakin gaji Bapak sudah cukup. Kalau sudah sukses di Bekasi, kariernya masih panjang. Buat yang terbaik di Bekasi,” katanya.

Pesan tersebut menjadi penekanan agar pemerintahan Kabupaten Bekasi dijalankan dengan mengutamakan kepentingan masyarakat, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan daerah.

Lulusan SMA dan SMK Didorong Siap Kerja

Menutup arahannya, Dedi kembali menegaskan target perbaikan infrastruktur dan pendidikan pada 2027. Ia berharap pemerintah Kabupaten Bekasi mampu mempercepat penanganan jalan rusak dan meningkatkan kualitas sarana pendidikan.

Selain pembenahan fisik sekolah, ia juga menyoroti pentingnya menyiapkan lulusan SMA dan SMK agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, terutama sektor industri yang berkembang di Kabupaten Bekasi.

“Pesan terakhir, targetin, tahun 2027 tidak boleh ada lagi jalan bolong di Bekasi. Tahun 2027 tidak boleh lagi ada sekolah jelek di Bekasi. SMA dan SMK juga harus bisa bekerja di pabrik-pabrik yang ada di Bekasi,” pungkasnya.

Arahan Gubernur Jawa Barat tersebut menjadi tantangan bagi pemerintahan dr. Asep Surya Atmaja untuk menerjemahkan target pembangunan ke dalam program kerja yang terukur, penganggaran yang tepat sasaran, serta pengawasan pelaksanaan di lapangan.

Masyarakat pun diharapkan dapat merasakan hasil pembangunan melalui jalan yang lebih baik, sekolah yang layak, pelayanan kesehatan yang berkualitas, lingkungan yang bersih, serta kesempatan kerja yang semakin terbuka bagi lulusan sekolah menengah.

(SUR)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less