Breaking News
light_mode
Beranda » Kabar Desa » BPD Sukamulya Tiga Kali Minta RAB Pilkades, Tak Digubris,Dugaan Pungutan Rp15 Juta per Calon Dipertanyakan

BPD Sukamulya Tiga Kali Minta RAB Pilkades, Tak Digubris,Dugaan Pungutan Rp15 Juta per Calon Dipertanyakan

  • account_circle April
  • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BPD Sukamulya Tiga Kali Minta RAB Pilkades, Tak Digubris,Dugaan Pungutan Rp15 Juta per Calon Dipertanyakan

BEKASI — TEMPORATUR.COM

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, M. Madrawi, kembali meminta transparansi anggaran Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sukamulya Tahun 2026. Kali ini, surat permohonan informasi dan dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB) disampaikan kepada Inspektorat dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bekasi pada Kamis,15/10/2026.

Permintaan tersebut menjadi perhatian setelah muncul persoalan mengenai dugaan pungutan sebesar Rp15 juta dari masing-masing calon kepala desa. setelah sebelumnya viral diberitakan  permintaan Rp 75 juta dari masing-masing calon dikembalikan lagi kepada  calon.

Menurut keterangan Madrawi  yang disampaikan, pungutan tersebut disebut dilakukan tanpa sepengetahuan BPD. Peruntukan dan pertanggungjawaban dana itu pun dipertanyakan.

Surat bernomor 404.1/008/BPD.SMKY/X/2026 tertanggal 14 Oktober 2026 itu merupakan permohonan yang disebut telah diajukan untuk ketiga kalinya. BPD meminta keterbukaan dokumen agar dapat menjalankan fungsi pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa, khususnya pembiayaan Pilkades untuk masa jabatan 2026–2034.

Pungutan dari Tiga Calon Dipertanyakan

Informasi mengenai pungutan Rp15 juta per calon menjadi salah satu hal yang perlu dijelaskan secara terbuka. Jika benar terdapat tiga calon yang masing-masing dimintai Rp15 juta, total dana yang terkumpul mencapai Rp45 juta.

Namun, jumlah tersebut masih perlu dipastikan melalui dokumen dan keterangan resmi. Belum diketahui secara jelas siapa pihak yang menetapkan pungutan, siapa yang menerima dana, apa dasar hukumnya, serta kegiatan apa saja yang dibiayai menggunakan uang tersebut.

BPD juga mempertanyakan mengapa pungutan tersebut disebut berlangsung tanpa sepengetahuan lembaga yang memiliki fungsi pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan desa.

Persoalan ini perlu dijawab dengan bukti, bukan sekadar penjelasan lisan. Panitia Pilkades diharapkan membuka rincian penerimaan dan pengeluaran, bukti transaksi, serta laporan pertanggungjawaban dana yang bersumber dari para calon, apabila pungutan tersebut memang dilakukan.

Keterbukaan itu penting untuk memastikan apakah dana digunakan sesuai peruntukan, memiliki dasar yang sah, dan dapat dipertanggungjawabkan.

BPD Minta RAB hingga Bukti Transaksi

Dalam suratnya, BPD meminta sejumlah dokumen, antara lain RAB Pilkades secara lengkap, rincian sumber pendanaan, dasar hukum pembiayaan, serta informasi mengenai partisipasi atau kontribusi masing-masing calon apabila ada.

BPD juga meminta catatan penerimaan dan pengeluaran dana beserta bukti transaksi, perubahan atau adendum RAB, laporan realisasi anggaran, dokumen pertanggungjawaban, serta dokumen bantuan keuangan dari Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Selain itu, permohonan mencakup berita acara rapat panitia terkait penyusunan RAB dan ketentuan yang menjadi dasar apabila terdapat pembebanan biaya kepada calon kepala desa.

Dokumen-dokumen tersebut diperlukan untuk mencocokkan anggaran yang direncanakan dengan dana yang benar-benar diterima dan dibelanjakan selama tahapan Pilkades.

Madrawi: Bukan Mencari Kesalahan

Ketua BPD Sukamulya, M. Madrawi, menegaskan bahwa permintaan dokumen tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan, bukan upaya mencari kesalahan pihak tertentu.

“Surat ini kami sampaikan bukan untuk mencari kesalahan pihak mana pun, melainkan untuk mendapatkan kejelasan mengenai perencanaan, sumber pendanaan, dan realisasi anggaran Pilkades Desa Sukamulya. Kami ingin seluruh prosesnya dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan dokumen yang sah dan sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkap Madrawi.

Ia berharap Inspektorat dan DPMD Kabupaten Bekasi memberikan perhatian terhadap permohonan tersebut agar persoalan pembiayaan Pilkades memperoleh kejelasan.

Pengajuan surat untuk ketiga kalinya juga memerlukan penjelasan mengenai riwayat permohonan sebelumnya, termasuk apakah telah ada jawaban resmi atau dokumen yang diserahkan kepada BPD.

Inspektorat dan DPMD Diharapkan Beri Kejelasan

Inspektorat Kabupaten Bekasi diharapkan menelaah persoalan tersebut sesuai kewenangannya apabila terdapat dasar dan kebutuhan pemeriksaan. Sementara itu, DPMD diharapkan memberikan penjelasan mengenai mekanisme pembiayaan serta ketentuan penyelenggaraan Pilkades.

Dugaan pungutan Rp15 juta per calon tidak serta-merta membuktikan adanya pelanggaran. Kepastian mengenai legalitas pungutan, mekanisme penetapan, penerimaan, dan penggunaannya harus didasarkan pada dokumen serta hasil klarifikasi pihak terkait.

Karena itu, panitia Pilkades dan Pemerintah Desa Sukamulya perlu diberi ruang untuk menjelaskan duduk persoalan, termasuk dasar pungutan, jika benar ada, serta rincian penggunaan dana dari ketiga calon.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi mengenai tindak lanjut Inspektorat dan DPMD atas surat tertanggal 14 Oktober 2026 tersebut. Konfirmasi kepada panitia Pilkades, tidak direspons.

Transparansi anggaran bukan sekadar urusan administrasi.

Dalam penyelenggaraan Pilkades, keterbukaan menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan memastikan setiap dana yang digunakan memiliki dasar, tujuan, serta pertanggungjawaban yang jelas.

(Aprl)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inilah Tampang Wajah Pria Yang Ancam dan Sering Ganggu Istri Wartawan

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Jakarta, Temperatur.com- Seorang pria yang berdomisili di Leuwiliang Bogor yang sering mengganggu istri sah Tile seorang jurnalis dari Forum Wartawan Polri.

    Dikatakan Tile Wartawan tergabung Forum Wartawan Polri mengatakan, “ini cowok terlalu lebay dan Bencong, kalau dia lelaki seharusnya temui saya secara jentel.” Ujarnya kepada teman-teman wartawan saat di warung kopi, Selasa (19/02/25).

    Lebih lanjut Tile menjelaskan, “sudah keseringan itu cowok ganggu rumah tangga saya, atas perbuatan dia mengancam istri saya, saya akan buat laporan ke Aparat Penegak Hukum.” Ujarnya.

    Berikut percakapan melalui pesan WhatsApp ke teman istri Tile Wartawan tergabung di Forum Wartawan Polri :

    “Bilangin ade luh mau main- main sama gua liat ajah hidup nya gak bakal tenang”

    “Di ajak bener² dari awal malah kya gitu ke gua nipu”

    “Sampein semua nya ke dia hidup nya gua bakal gak bikin tenang”

    “Gua Ivan, Gua bukan hasut sumpah demi Allah nya gua gak hasut tapi dia sendiri yg bilang udah bener2 gak bahagia ngejalanin rumah tangga sama Luh”

    “Nih dia tadi cerita gitu ajah gua langsung blok nomor sama semua akun dia”

    “Baru banget tadi siang dia chat gua di tiktok tapi semua udah gua hapus gua bilang gua gak mau ikut campur lagi.”

    “Sumpah demi Allah nya gua cuma ngerasa gak tega ajah dia mohon2 bilang tolong gua, gua hanya mau menyendiri nenangin pikiran dia”

  • Keterangan foto: Lewat Program PELATARAN, Masyarakat Bisa Dapatkan Layanan Pertanahan di Akhir Pekan

    Polresta Serang Kota Laksanakan Do’a Bersama Lintas Agama Dalam Rangka Hari Bhayangkara Ke – 79

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-79, Polresta Serang Kota menggelar Kegiatan Do’a Bersama Lintas Agama yang berlangsung khidmat pada Senin, 30 Juni 2025, di Mapolresta Serang Kota. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas perjalanan panjang Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang kini telah menginjak usia ke-79 tahun.

  • Foto ilustrasi

    Nursidik Resmi Dapat Nomor Urut 1, Siap Maju Bersama Masyarakat Hegarmanah

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Deden Guntara
    • 0Komentar

    Nursidik Resmi Dapat Nomor Urut 1, Siap Maju Bersama Masyarakat Hegarmanah

  • Kontingen Karate Kodam III/Siliwangi Raih Juara Umum II TNI/Polri dan Juara Umum III Open Piala Panglima TNI 2026

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle Suryo Sudharmo
    • 0Komentar

    Temporatur.com ‎‎Bandung – Kontingen Karate Kodam III/Siliwangi berhasil menorehkan prestasi dalam Kejuaraan Nasional Karate Piala Panglima TNI Open Championship Tahun 2026 yang berlangsung pada 28–30 September 2026 di GOR Ken Arok, Malang, Jawa Timur. SelanjutnyaParadigma Baru, Posyandu Jadi Garda Terdepan Pelayanan Enam SPM‎‎Kejuaraan yang diikuti sekitar 4.500 peserta dari berbagai provinsi, perguruan dan instansi tersebut, […]

  • Polsek Talang Ubi Turut Hadir Dalam Kegiatan Musyawarah Desa Khusus di Kantor Kepala Desa Beruge

    • calendar_month Kamis, 25 Jan 2024
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    PALI – Sumatera Selatan Temporatur.com Polsek Talang Ubi turut hadir dalam kegiatan Musyawarah Desa Khusus di Kantor Kepala Desa Beruge Darat, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI. Pada hari Kamis, 25 Januari 2024, sekitar pukul 14.00 WIB. Musdesus ini bertujuan untuk menetapkan calon penerima dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa Dana Desa (DD) tahun 2024 di […]

  • Nyumarno, SM Ucapkan Selamat Pada Paslon Bupati dan Wakil Bupati Bekasi Terpilih Periode 2024-2024, Ade Kuswara Kunang, S.H – dr. Asep Surya Atmaja

    • calendar_month Jumat, 6 Des 2024
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Nyumarno, SM Ucapkan Selamat Pada Paslon Bupati dan Wakil Bupati Bekasi Terpilih Periode 2024-2024, Ade Kuswara Kunang, S.H – dr. Asep Surya Atmaja

expand_less