Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Berita » Kabut Asap Selimuti Buntok, Warga Keluhkan Kelangkaan Pasokan & Harga Gas LPG Tembus Rp45.000

Kabut Asap Selimuti Buntok, Warga Keluhkan Kelangkaan Pasokan & Harga Gas LPG Tembus Rp45.000

  • account_circle Fe
  • calendar_month 46 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kabut Asap Selimuti Buntok, Warga Keluhkan Kelangkaan Pasokan & Harga Gas LPG Tembus Rp45.000

BUNTOK, –  TEMPORATUR.COM

Kondisi cuaca di wilayah Buntok, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, pada Kamis (8/10/2026) terlihat sangat mengkhawatirkan. Kabut asap tebal menyelimuti kota, mengurangi jarak pandang dan membuat aktivitas warga terganggu. Belum lagi masalah kebutuhan pokok yang semakin memberatkan masyarakat.

Diana, seorang warga pendatang perantau yang telah puluhan tahun menetap di Buntok, menyampaikan keluh kesahnya kepada media melalui pesan WhatsApp, Kamis siang.

“Merantaulah kalian gaes biar tahu rasanya mandi air galon, BBM langka, listrik sering padam, kabut asap di mana-mana. Gas LPG 3 kilogram saja pernah mencapai harga Rp45.000 per tabung. Sungguh, ini realita yang kami rasakan setiap hari,” ungkap Diana dengan nada prihatin.

Kabut Asap: Polusi Udara yang Mengkhawatirkan

Kabut asap tebal yang melanda Buntok saat ini membuat langit tampak kekuningan dan penglihatan terbatas. Warga khawatir hal ini berdampak buruk bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia. Aktivitas di luar ruangan pun menjadi terbatas karena kualitas udara yang tidak sehat.

Kelangkaan Pasokan Dorong Harga Melonjak

Selain masalah lingkungan, warga juga menghadapi kesulitan ekonomi. Kelangkaan pasokan menjadi alasan utama melonjaknya harga kebutuhan pokok:

-Gas LPG 3 kg: Harga eceran mencapai Rp45.000/tabung, jauh di atas Harga Eceran Tertinggal (HET) yang ditetapkan pemerintah.
BBM: Sering mengalami kelangkaan di beberapa titik pengisian.
Air bersih: Warga terpaksa membeli air galon untuk kebutuhan sehari-hari.
Listrik: Sering mengalami pemadaman. bergilir yang mengganggu aktivitas rumah tangga maupun usaha warga.

Harapan Warga

Meski berat, Diana dan warga lainnya tetap mencintai Buntok sebagai tanah rantau mereka.

“Saya tetap mencintai Buntok, ini tempat saya mencari nafkah. Namun kami berharap pemerintah lebih hadir. Pastikan pasokan kebutuhan pokok lancar, atasi penyebab asap ini, dan kami bisa bernapas lega tanpa takut harga kebutuhan dasar melonjak tiba-tiba,” pungkas Diana.

Semoga perhatian dan solusi segera hadir untuk saudara-saudara kita di Buntok dan wilayah Kalimantan lainnya yang sedang berjuang melawan asap dan kelangkaan.

(Fe)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less