Dugaan Kasus Asusila Memanas, Warga Desak Kades Batang-Batang Daya Buka Suara dan Minta Polisi Turun Tangan

Dugaan Kasus Asusila Memanas, Warga Desak Kades Batang-Batang Daya Buka Suara dan Minta Polisi Turun Tangan
Foto Ilustrasi

Dugaan Kasus Asusila Memanas, Warga Desak Kades Batang-Batang Daya Buka Suara dan Minta Polisi Turun Tangan

SUMENEP – Temporatur.com

Kasus dugaan tindakan asusila yang menyebabkan seorang perempuan melahirkan tanpa ikatan pernikahan resmi di Desa Batang-Batang Daya kini memasuki babak baru.

Setelah terus-menerus mendapat tekanan dan tuntutan klarifikasi dari masyarakat, Kepala Desa (Kades) Batang-Batang Daya kini memilih untuk bungkam dan enggan memberikan komentar lebih lanjut saat dikonfirmasi oleh tim media online Temporatur.com pada Jumat, 7/8/2026.

Sikap diam yang ditunjukkan oleh pihak pemerintah desa ini memicu reaksi keras dari warga setempat. Masyarakat menilai bungkamnya kepala desa dapat mencederai kinerjanya dalam memimpin, terutama di tengah situasi desa yang kian resah akibat rentetan peristiwa kontroversial tersebut.

Lemahnya penanganan hukum di tingkat pemerintahan desa memicu desakan agar polemik yang mengundang kontroversi ini segera diselesaikan secara transparan.

Bacaan Lainnya

Warga menuntut agar Kepala Desa Batang-Batang Daya bersikap tegas dengan membantu mengungkap identitas pelaku atau ayah biologis dari bayi laki-laki yang dilahirkan secara sembunyi-sembunyi oleh perempuan malang tersebut.

Bagi masyarakat, tragedi yang menggetarkan hati umat beragama ini tidak boleh dibiarkan tanpa adanya konsekuensi hukum.

“Ini bukan persoalan biasa. Kasus perzinahan adalah larangan agama dan pelakunya nyata telah menistakan nilai-nilai kesucian. Allah saja murka, apalagi hamba-Nya yang beriman,” ungkap salah seorang warga Desa Batang-Batang Daya dengan nada kesal, (7/8)

Warga juga mengimbau agar kepala desa tidak mencoba melindungi oknum warga yang bersalah secara hukum maupun aturan agama. Mereka meminta pihak desa berani memberikan kesaksian demi meluruskan isu miring yang sudah telanjur viral di tengah publik

.”Katakan sekalipun itu pahit. Karena apa pun bentuk penyelewengan, jika ditutupi, hanya akan melahirkan aib yang lebih besar bagi desa kami,” tambah warga lain.

Kondisi di lapangan semakin menegangkan saat tim reporter menemui salah seorang warga yang diundang secara khusus untuk melihat langsung kondisi bayi laki-laki tersebut.

Warga tersebut membenarkan adanya kelahiran bayi itu dan menyebutkan bahwa secara fisik, wajah sang bayi memiliki kemiripan dengan sosok pria berinisial “Master X”, yang selama ini dicurigai kuat oleh warga sebagai pelaku asusila.

Melalui mencuatnya pemberitaan ini, masyarakat Desa Batang-Batang Daya berharap aparat penegak hukum, khususnya Kapolresta Sumenep dan Kapolsek Batang-Batang, segera turun tangan melakukan penyelidikan mendalam atas temuan ini.

Warga menyatakan siap memberikan kesaksian penuh di hadapan hukum guna menuntaskan penyimpangan yang telah mencederai norma agama dan tatanan sosial masyarakat.

(Faisol)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *