Yang Nemuin Dapet 250 Juta dari KDM: Dedi Mulyadi Gelar Sayembara Buru Pelaku Penyekapan Keji di Bandung

Yang Nemuin Dapet 250 Juta dari KDM: Dedi Mulyadi Gelar Sayembara Buru Pelaku Penyekapan Keji di Bandung
Keterangan foto : Dok.istimewa

Yang Nemuin Dapet 250 Juta dari KDM: Dedi Mulyadi Gelar Sayembara Buru Pelaku Penyekapan Keji di Bandung

BANDUNG — Temporatur.com

Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat yang menimpa seorang wanita berinisial YTR (29) di Kabupaten Bandung memicu kemarahan publik.

Menanggapi aksi keji tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, resmi membuka sayembara nasional berhadiah uang tunai sebesar Rp250 juta menggunakan dana pribadinya.Uang ratusan juta tersebut dijanjikan bagi siapa saja dari kalangan masyarakat yang berhasil menemukan pelaku atau memberikan informasi super akurat yang mengarah langsung pada penangkapan buronan bernama Taufik Hidayat (30).

“Siapa yang bisa menemukan Taufik Hidayat, menyerahkannya kepada aparat atau menginformasikan kepada aparat keberadaannya, saya memberikan hadiah Rp250 juta sebagai bentuk partisipasi saya agar pelaku segera ditangkap,” ujar KDM dengan nada geram melalui unggahan Media Sosial nya, pada Senin, 22/6/2026.

Kronologi Kasus dan Kondisi Korban

Bacaan Lainnya

Aksi keji Taufik Hidayat terbongkar setelah korban berhasil diselamatkan dari sebuah tempat kos di kawasan Cileunyi, Kabupaten Bandung, setelah disekap selama hampir tiga tahun. Selama masa penyekapan tersebut, korban berulang kali menerima penyiksaan brutal yang mengakibatkan cacat permanen, termasuk kehilangan penglihatan di kedua matanya.

Saat ini, korban sedang menjalani perawatan rekonstruksi intensif di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung dengan seluruh biaya yang ditanggung oleh KDM.

Pelaku Lihai Berpindah Tempat

Berdasarkan keterangan dari pihak ⁠Polda Jawa Barat, Taufik Hidayat kini telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Pihak kepolisian mengaku menghadapi kendala karena pelaku cukup lihai dalam melarikan diri.

Berdasarkan hasil pemetaan (mapping) lapangan, Taufik terus berpindah-pindah lokasi di wilayah Jawa Barat dan sempat lolos beberapa kali tepat saat aparat melakukan penggerebekan.

Tidak hanya itu, pelaku terdeteksi aktif menggunakan teknologi AI filter di media sosial untuk memanipulasi wajah demi menjaring korban-korban perempuan baru.

Langkah KDM menggelar sayembara ini diharapkan mampu mempersempit ruang gerak Taufik Hidayat dengan melibatkan “mata-mata” dari masyarakat luas.

Meski demikian, Dedi Mulyadi dengan tegas mengimbau warga untuk tetap berhati-hati. Masyarakat diminta tidak melakukan tindakan main hakim sendiri atau kekerasan secara mandiri, melainkan segera melaporkan titik koordinat pasti keberadaan pelaku ke pos polisi terdekat atau jalur pengaduan resmi agar penanganan hukum tetap berjalan sesuai prosedur.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *