Polemik Honor RT/RW 2018 di Hegarmanah Warga Mengaku Belum Terima, Mantan Kades Sebut Isu Politik

Polemik Honor RT/RW 2018 di Hegarmanah Warga Mengaku Belum Terima, Mantan Kades Sebut Isu Politik
Foto Ilustrasi

Polemik Honor RT/RW 2018 di Hegarmanah Warga Mengaku Belum Terima, Mantan Kades Sebut Isu Politik

KABUPATEN BEKASI – Temporatur.com

Aroma dugaan penyimpangan dana desa mencuat ke publik setelah sejumlah Ketua RT dan RW blak-blakan mengaku belum menerima honor akhir masa jabatan tahun 2018.

Pengakuan tersebut beredar luas melalui rekaman video yang diterima oleh awak media.

Dalam bukti rekaman tersebut, para pengurus lingkungan menyatakan hak keuangan mereka pada akhir masa jabatan Kepala Desa (Kades) periode 2018 silam masih mengambang dan belum dibayarkan hingga saat ini.

Mantan Kepala Desa setempat, Mamad Rifai, membantah keras tuduhan tersebut. Ia menegaskan seluruh kewajiban pemerintah desa terkait insentif pengurus RT dan RW telah dituntaskan.”Singkatnya, sudah dibayarkan. Media jangan juga asal bunyi, apalagi untuk kepentingan politik tertentu,” ujar Mamad Rifai saat dikonfirmasi, Rabu (10/6).

Bacaan Lainnya

Merespons tudingan miring tersebut, pihak media menegaskan bahwa upaya konfirmasi yang dilakukan murni untuk memenuhi kode etik jurnalistik terkait prinsip keberimbangan (cover both sides), sekaligus menepis adanya tunggangan politik praktis.

Hingga saat ini, silang sengketa informasi masih bergulir tajam antara pengakuan warga dan bantahan mantan Kades. Pihak redaksi terus melakukan penelusuran dokumen Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) keuangan desa tahun 2018 serta memeriksa saksi-saksi kunci guna mengurai fakta yang sebenarnya.

(Deden Guntara/Tempratur.com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *