Tingkatkan Pola Hidup Sehat, Desa Waringinjaya Sosialisasi Lima Pilar STBM

Tingkatkan Pola Hidup Sehat, Desa Waringinjaya Sosialisasi Lima Pilar STBM
Dok. Temporatur.com

Tingkatkan Pola Hidup Sehat, Desa Waringinjaya Sosialisasi Lima Pilar STBM

Bekasi – Temporatur.com

Pemerintah Desa Waringinjaya bekerja sama dengan Puskesmas Karangsambung menggelar sosialisasi dan pemicuan Lima Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Kegiatan yang merupakan bagian dari program nasional ini dilaksanakan di Balai Desa Waringinjaya, Kecamatan Kedungwaringin, Selasa (21/04/2026).

Acara tersebut dihadiri oleh jajaran perangkat desa, perwakilan Puskesmas Karangsambung (Ibu Cayamah dan Ibu Pratiwi), BPD, Ketua RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta Tim Penggerak PKK dan tokoh pemuda setempat.

Mewakili pihak kesehatan, Dr. Yusuf dari Puskesmas Karangsambung menjelaskan bahwa STBM merupakan pendekatan untuk mengubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Fokus utama program ini adalah skala rumah tangga guna menciptakan lingkungan yang lebih sehat secara mandiri.

“Tujuannya adalah memicu kesadaran masyarakat agar mengubah kebiasaan lama menjadi lebih bersih dan sehat melalui metode pemicuan yang melibatkan peran aktif warga langsung,” ujarnya.

Dalam sosialisasi tersebut, dipaparkan lima pilar utama yang menjadi target perubahan perilaku, yakni:
Stop Buang Air Besar Sembarangan (BBS).

Mengajak warga menggunakan jamban sehat agar tidak mencemari lingkungan.

Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS):

Menurunkan risiko penyakit menular dengan edukasi cuci tangan yang benar.

Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga:

Memastikan air yang dikonsumsi bebas kuman melalui proses pengolahan yang tepat.

Pengamanan Sampah Rumah Tangga:

Menerapkan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk mengurangi dan mengolah sampah.

Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga:

Mengelola limbah sisa buangan dapur maupun kamar mandi agar tidak menggenang dan menjadi sumber penyakit.

Pihak Desa Waringinjaya berharap melalui sosialisasi ini, seluruh lapisan masyarakat, mulai dari tokoh pemuda hingga ibu rumah tangga, dapat menjadi penggerak dalam mewujudkan desa yang bersih dan bebas dari bibit penyakit.

Reporter: Mandor Umpah (Temporatur)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *