LSM GANAS Dukung Langkah Tegas Kapolres Metro Bekasi Tekankan Penegakan Hukum, Larang Aksi Main Hakim Sendiri
Ketua Umum DPP LSM Gada Sakti Nusantara (GANAS), Brian Shakti, menyatakan dukungan penuh terhadap komitmen Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Sumarni, dalam memberantas peredaran obat keras golongan daftar Tipe G di wilayah Kabupaten Bekasi.
Namun, Brian menggarisbawahi bahwa efektivitas pemberantasan ini harus dibarengi dengan kepatuhan masyarakat terhadap prosedur hukum yang berlaku.
Langkah tegas jajaran Polres Metro Bekasi belakangan ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa negara hadir untuk melindungi generasi muda dari ancaman obat ilegal.
Brian Shakti mengapresiasi konsistensi kepolisian yang secara intensif menyisir toko-toko yang menyalahgunakan izin penjualan.
“Apresiasi setinggi-tingginya untuk Ibu Kapolres Kombes Pol Sumarni. Ketegasan beliau adalah bentuk nyata penyelamatan masa depan anak bangsa dari bahaya obat keras ilegal,” ujar Brian dalam keterangannya, Selasa (14/4/2026).
Kedepankan Supremasi Hukum
Meski keresahan masyarakat terhadap peredaran obat ilegal kian meningkat, Brian Shakti mengingatkan dengan keras agar warga tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Menurutnya, partisipasi masyarakat yang paling tepat adalah menjadi mata dan telinga bagi kepolisian, bukan dengan melakukan penggerebekan atau tindakan fisik secara sepihak.
“Kami mengimbau warga untuk tetap waspada. Jika melihat aktivitas mencurigakan, segera laporkan ke pihak berwenang. Jangan pernah main hakim sendiri. Segala bentuk penindakan harus dilakukan oleh kepolisian sesuai prosedur hukum agar tidak menimbulkan masalah hukum baru,” tegas Brian.
Ia menambahkan bahwa LSM GANAS berkomitmen menjadi mitra strategis Polri dalam mengawal proses penegakan hukum. Hal ini bertujuan agar setiap pelaku dapat diproses secara transparan dan mendapatkan sanksi yang memberikan efek jera sesuai undang-undang yang berlaku.
Sinergi dan Edukasi
Selain pengawasan, LSM GANAS juga siap membantu kepolisian dalam melakukan edukasi dini kepada masyarakat. Sinergi antara organisasi masyarakat dan Polri dianggap sebagai kunci utama untuk memutus mata rantai distribusi obat terlarang hingga ke akarnya.
“Polisi tidak bisa bekerja sendirian. Sinergi inilah yang akan mempersempit ruang gerak para pelaku. Namun sekali lagi, semua harus dalam koridor hukum. Kita dukung Polri bekerja profesional demi Kabupaten Bekasi yang bersih dari narkoba dan kondusif,” pungkasnya.
Dukungan mengalir dari berbagai elemen masyarakat ini diharapkan mampu memperkuat nyali jajaran kepolisian untuk terus melakukan pengawasan ketat dan penegakan hukum tanpa pandang bulu di seluruh pelosok wilayah Bekasi.(Red)















