Tuduhan Menu MBG Basi di Campaka Dinilai Fitnah, LSM Super: “Jangan Ada Misi Menjatuhkan!”
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Yayasan Rizqi Haqiqi, Kecamatan Pasongsongan, mendadak jadi sorotan panas. Munculnya narasi viral yang menyebut menu makanan bagi siswa dalam kondisi tidak layak konsumsi, langsung memantik reaksi keras dari aktivis dan tokoh masyarakat setempat.
Praktisi Pastikan Akun IG Badan Perwakilan Netizen Bukan Akun Pers
Menyikapi kegaduhan tersebut, Ketua LSM Super Kabupaten Sumenep, Ach. Zaini, bersama Ketua BPD Desa Campaka, Abd. Hadi Petir, melakukan inspeksi mendadak (sidak) langsung ke dapur produksi MBG.
Hasilnya, fakta di lapangan justru berbanding terbalik dengan isu yang beredar.
Dapur Steril, Tuduhan Melenceng
Dalam pantauannya, Zaini menegaskan bahwa kondisi dapur tempat pengolahan makanan sangat steril dengan standar pengamanan gizi yang ketat. Ia mencurigai ada motif tertentu di balik viralnya tuduhan “makanan basi” tersebut.
“Jangan sampai menyebar fitnah. MBG ini program negara dengan operasional besar, ada ahli gizi dan perencananya di setiap SPPG. Sangat tidak logis jika stok basi sengaja diberikan kepada siswa,” tegas Zaini dengan nada tajam, Jumat (10/4).
Ia menambahkan, jika memang ditemukan makanan yang tidak sesuai, seharusnya langsung dikembalikan ke pengelola, bukan justru dijadikan komoditas untuk menyudutkan pihak tertentu di media sosial.
“Ada indikasi misi kepentingan untuk saling menjatuhkan. Ini cara yang tidak sehat,” imbuhnya.
BPD Sayangkan Narasi “Gaib” Tanpa Sumber Jelas
Senada dengan Zaini, Ketua BPD Campaka, Abd. Hadi Petir, menyayangkan munculnya pemberitaan yang menyudutkan tanpa konfirmasi jelas kepada pelaksana kegiatan atau ketua yayasan.
Ia menilai narasi yang beredar hanya menciptakan ketakutan di tingkat wali murid.
“Publik dibuat bingung dengan narasi yang sumbernya tidak jelas. Semestinya, jika ada temuan, temui pelaksananya, bukan malah menebar isu yang meresahkan,” cetus Hadi Petir.
Dukung Program Strategis Pemerintah
Hadi Petir mengajak seluruh elemen masyarakat dan media untuk menjadi mitra pengawasan yang objektif, bukan provokatif.
Menurutnya, program pemenuhan gizi ini adalah langkah strategis pemerintah untuk menciptakan generasi cerdas yang dilindungi undang-undang.
“Saya apresiasi kontrol media, tapi jangan bangun narasi yang menakut-nakuti masyarakat. Ayo dukung program ini karena kebijakannya nyata-nyata pro rakyat,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, operasional dapur MB di Yayasan Rizqi Haqiqi tetap berjalan normal di bawah pengawasan ketat tim teknis dan ahli gizi untuk memastikan kualitas hidangan tetap terjaga bagi para siswa.
(Moh.Anwar)















