WASPADA! “Kurir” APK Berkedok KPP Pratama Kuras Rekening Warga Bekasi: Modus Canggih, Saldo Ludes dalam Sekejap

WASPADA! “Kurir” APK Berkedok KPP Pratama Kuras Rekening Warga Bekasi: Modus Canggih, Saldo Ludes dalam Sekejap
Keterangan foto : Dok. Temporatur. com

WASPADA! “Kurir” APK Berkedok KPP Pratama Kuras Rekening Warga Bekasi: Modus Canggih, Saldo Ludes dalam Sekejap

BEKASI – Temporatur. com

Sindikat penipuan digital makin beringas,menggunakan kedok otoritas pajak, komplotan kriminal berhasil membobol pertahanan finansial Yusuf, warga Desa Karangsambung, Kedungwaringin, Sabtu (21/2/26).

Hanya melalui satu sambungan telepon dan sebuah tautan maut, saldo di rekening istrinya ludes tanpa sisa.

Manipulasi Psikologis & Data Presisi

Aksi ini bukan sekadar acak. Pelaku yang mengatasnamakan “Gilang Ramadan SE” tampil meyakinkan dengan atribut formal di profil WhatsApp. Mereka menggunakan umpan spesifi urusan PT Surya Panca Son yang membuat korban terjebak dalam rasa tanggung jawab administratif.

Bacaan Lainnya

Modus operandi yang digunakan tergolong sangat berbahaya

Social Engineering

Pelaku meyakinkan korban bahwa instruksi berasal langsung dari direktur perusahaan.

Eksploitasi Data Pribadi

Pelaku secara mengejutkan mengetahui bahwa NPWP korban telah digabung dengan istri, menunjukkan indikasi kebocoran data yang sangat rapi.

Jebakan APK (Aplikasi Maut)

Dengan dalih panduan staf bernama “Cortex”, korban digiring mengunduh file APK melalui link Google untuk verifikasi wajah dan KTP.

Detik-Detik Saldo Terkuras

Petaka terjadi saat progres pengunduhan aplikasi mencapai 100%. Begitu data biometrik (wajah) dan KTP terekam oleh aplikasi ilegal tersebut, pelaku langsung mengambil alih kontrol perangkat (remote access) dan menguras saldo ATM korban.

Yusuf baru menyadari dirinya dirampok setelah sambungan telepon diputus sepihak dan menemukan saldo rekening istrinya hanya tersisa angka nol (kerugian sekitar Rp3 juta).

Langkah Hukum & Peringatan Keras

Kasus ini telah resmi dilaporkan ke Polsek Kedungwaringin. Namun, laporan polisi hanyalah langkah pasca-kejadian.

Masyarakat diperingatkan dengan keras

KPP Pratama tidak pernah meminta verifikasi wajah atau pengunduhan aplikasi pihak ketiga melalui WhatsApp.

Jangan biarkan ponsel Anda menjadi pintu masuk perampok digital. Hapus pesan mencurigakan, jangan klik link asing, dan jangan pernah melakukan verifikasi wajah di aplikasi luar ekosistem resmi pemerintah.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *