SPPG Babat Jerawat Enggan Klarifikasi ke Pewarta di SDN Babat Jerawat 1 Surabaya

SPPG Babat Jerawat Enggan Klarifikasi ke Pewarta di SDN Babat Jerawat 1 Surabaya

Temporatur.com,Surabaya – Upaya awak media untuk meminta klarifikasi terkait sejumlah keluhan orang tua murid di SDN Babat Jerawat I Surabaya tidak berjalan mulus. Kepala Gizi SPPG Babat Jerawat justru terkesan menghindari wartawan saat dimintai waktu untuk klarifikasi, Selasa (3/2/2026).

Peristiwa tersebut terjadi ketika wartawan mendatangi SDN Babat Jerawat I Surabaya guna menggali informasi dan meminta penjelasan langsung terkait isu pelayanan SPPG yang belakangan ramai diperbincangkan masyarakat. Namun, alih-alih memberikan keterangan, kepala Gizi SPPG Babat Jerawat menunjukkan sikap tertutup dan enggan menemui awak media.

Beberapa wartawan yang hadir mengaku sudah menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan secara baik-baik, yakni untuk kepentingan pemberitaan yang berimbang sesuai kode etik jurnalistik. Klarifikasi dinilai penting agar informasi yang berkembang di masyarakat tidak simpang siur serta memberikan ruang bagi pihak SPPG untuk menyampaikan penjelasan resmi.

Sayangnya, hingga beberapa waktu menunggu, kepala SPPG Babat Jerawat tidak memberikan kesempatan wawancara maupun pernyataan tertulis. Sikap tersebut memunculkan kesan “alergi wartawan” dan menimbulkan tanda tanya di kalangan media serta masyarakat.

Padahal, keterbukaan informasi publik merupakan bagian dari tanggung jawab lembaga yang berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat, terlebih menyangkut lingkungan sekolah dan peserta didik. Transparansi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik serta mencegah munculnya spekulasi liar.

Sejumlah orang tua murid yang mengetahui kejadian tersebut berharap pihak terkait dapat bersikap lebih terbuka dan kooperatif. Mereka menilai klarifikasi resmi justru akan membantu meluruskan persoalan dan menenangkan kekhawatiran masyarakat.

Bacaan Lainnya

Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Babat Jerawat belum memberikan keterangan resmi terkait alasan penolakan atau penundaan klarifikasi kepada awak media. Wartawan masih membuka ruang konfirmasi lanjutan demi keberimbangan informasi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *