TAPUT – Temporatur.com |Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara memfinalkan data By Name By Address (BNBA) kerusakan rumah terdampak bencana hidrometeorologi 2025 dalam rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si, di Aula Martua Kantor Bupati, Tarutung, Kamis (29/1/2026).
Rapat dihadiri Direktur Sistem Penanggulangan Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo, Sekda Henry M.M. Sitompul, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, camat, dan kepala desa terdampak.
Bupati menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi. Ia menyebut Tapanuli Utara menjadi salah satu daerah tercepat dalam merespons penambahan Dana Tunggu Hunian (DTH) dan meminta kinerja tersebut terus ditingkatkan.
Saat ini masih terdapat tujuh kepala keluarga yang mengungsi di Desa Sibalanga. Pemkab menargetkan hunian sementara (huntara) mulai difungsikan pekan depan sehingga tidak ada lagi warga tinggal di pengungsian.
Kepala Dinas Perkim melaporkan, dari 957 data awal yang diterima, telah dilakukan verifikasi dan validasi selama sepekan serta uji publik di 56 desa. Bersama Disdukcapil, tim juga memutakhirkan data untuk menghindari duplikasi NIK.
Hasil akhir mencatat 258 unit rumah rusak berat, 39 rusak sedang, dan 189 rusak ringan. Data BNBA tersebut ditandatangani Bupati bersama Forkopimda sebagai komitmen transparansi dan percepatan penyaluran bantuan stimulan pascabencana. (Norris.H)















