Rapot Merah SMK Al-Marzuqi Pakondang: Kacabdin Sumenep Didesak Bersikap Tegas Terkait Dugaan Manipulasi Bantuan

Rapot Merah SMK Al-Marzuqi Pakondang: Kacabdin Sumenep Didesak Bersikap Tegas Terkait Dugaan Manipulasi Bantuan
Keterangan Foto : Lembaga Pendidikan SMK. AL-Marzuqi Desa Pakondang Kecamatan Rubaru Kab. Sumenep

Rapot Merah SMK Al-Marzuqi Pakondang: Kacabdin Sumenep Didesak Bersikap Tegas Terkait Dugaan Manipulasi Bantuan

SUMENEP, – Temporatur.com

Keberadaan SMK Al-Marzuqi di Desa Pakondang, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, kini tengah menjadi sorotan tajam dari berbagai kalangan aktivis dan pegiat sosial.

Lembaga pendidikan tersebut diduga memiliki tata kelola administrasi yang amburadul namun tetap menerima aliran dana bantuan pemerintah.
Keresahan publik mencuat setelah terungkapnya informasi bahwa SMK Al-Marzuqi tercatat sebagai penerima bantuan Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Padahal, kondisi riil di lapangan menunjukkan adanya ketidakjelasan dalam pengelolaan sekolah.

Berdasarkan penelusuran tim media Temporatur.com di lokasi Yayasan Pondok Pesantren Al-Marzuqi, ditemukan fakta yang mengejutkan. Pengasuh pondok pesantren setempat mengaku tidak mengetahui secara detail mengenai bantuan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa sejak pergantian kepala sekolah yang baru, koordinasi mengenai operasional SMK menjadi tidak transparan.

Bacaan Lainnya

Lebih miris lagi, saat dikonfirmasi mengenai jumlah peserta didik, pihak yayasan menyebut angka kurang lebih 96 siswa tanpa data yang pasti. Mirisnya, kepala sekolah yang seharusnya bertanggung jawab penuh atas administrasi lembaga justru dikabarkan tidak berada di tempat dan sedang bekerja di Kota Malang.

“Keterangan ini sangat memilukan dan menambah deretan bukti ketidakseriusan lembaga dalam mengelola administrasi sekolah. Ini memerlukan kajian mendalam dari tim pengawas dan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Wilayah Sumenep,” ujar salah satu aktivis pendidikan di Sumenep.

Sejumlah pegiat sosial kini mendesak Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Sumenep yang baru menjabat untuk segera mengambil langkah tegas. Hal ini dinilai krusial untuk menyelamatkan anggaran APBD Provinsi Jawa Timur agar tidak jatuh ke tangan oknum yang memanfaatkan lembaga pendidikan hanya sebagai kedok untuk meraup bantuan.

Para aktivis juga mengancam akan melaporkan pihak-pihak terkait jika ditemukan unsur kesengajaan dalam memanipulasi data siswa demi mendapatkan anggaran negara.

Kacabdin diminta untuk menertibkan “para pemain” yang bersembunyi di balik nama lembaga pendidikan.
Sementara itu, Kacabdin Sumenep, Rusly, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, menyatakan akan segera menindaklanjuti temuan ini dengan melakukan verifikasi lapangan.

“Baik Pak, akan saya cek dulu data riilnya,” tulis Rusly singkat kepada media.
Hingga berita ini diterbitkan, publik masih menunggu hasil monitoring resmi dari pihak Cabdindik Sumenep terkait status dan keabsahan operasional SMK Al-Marzuqi di Desa Pakondang tersebut.

Reporter: Faisol

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *