Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Berita » Komitmen Jurnalisme Berintegritas Menuju Indonesia Maju

Komitmen Jurnalisme Berintegritas Menuju Indonesia Maju

  • account_circle Suryo S
  • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Komitmen Jurnalisme Berintegritas Menuju Indonesia Maju

JAKARTA – Temporatur.com

Di tengah arus disrupsi informasi yang kian masif, Perkumpulan Pimpinan Redaksi Indonesia Maju (PRIMA) secara resmi mempertegas komitmennya sebagai wadah pemersatu pemimpin redaksi yang profesional, inovatif, dan berintegritas.

Langkah ini diambil guna mewujudkan ekosistem media nasional yang sehat serta mendukung kemajuan bangsa Indonesia.

Sebagai organisasi yang menghimpun para pengambil kebijakan di ruang redaksi, PRIMA mengusung visi besar untuk menjadi pilar demokrasi yang terpercaya melalui lima pilar misi utama: peningkatan kualitas jurnalistik, penegakan etika, transformasi digital, advokasi kebebasan pers, hingga pembangunan karakter bangsa.

Ketua PRIMA, Hermanius Burunaung, menjelaskan bahwa identitas organisasi ini tercermin kuat dalam logonya. Simbol Kamera pada logo melambangkan kejujuran dalam melihat fakta dan visualisasi kebenaran. Sementara itu, Pena Bulu Merak melambangkan estetika penyampaian informasi yang tetap tajam, berwibawa, dan kritis.

“Nama ‘PRIMA’ bukan sekadar singkatan, melainkan sebuah janji untuk selalu memberikan hasil terbaik dan unggul dalam setiap produk pemberitaan yang dihasilkan oleh para anggota kami,” ujar Hermanius dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (6/1/2026).

Hermanius menambahkan bahwa PRIMA hadir tidak hanya untuk eksis, tetapi untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, di era kecerdasan buatan (AI) saat ini, media dituntut untuk cepat beradaptasi tanpa menanggalkan kode etik.

“Kami berkomitmen menjaga independensi sekaligus menjadi mitra strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui transformasi digital yang sehat. Kami ingin pers Indonesia tetap kompetitif dengan mengadaptasi teknologi multimedia dan AI agar tetap relevan bagi publik,” tegasnya.

Selain fokus pada inovasi teknologi, PRIMA juga menitikberatkan pada advokasi kebebasan pers dan kesejahteraan industri media. Organisasi ini bertekad menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara media, pemerintah, dan publik guna memastikan kebijakan publik tetap terkawal dengan narasi yang positif namun kritis.

Dengan semangat kolaborasi yang solid, PRIMA mengajak seluruh insan pers nasional untuk tetap optimis dalam menyampaikan informasi yang akurat. Melalui integritas dan profesionalisme, PRIMA meyakini bahwa pers akan terus menjadi pilar demokrasi yang disegani dan mampu mengawal agenda nasional menuju Indonesia Maju.

(Red)

  • Penulis: Suryo S

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keterangan foto : Kantor Camat Pajar Bulan Kabupaten Lahat

    Camat Pajar Bulan Sebut Pemilihan Perangkat Desa Pulau Panggung Hak Penuh Panitia, Kasi Pem Akui Beri Nilai Tanpa SK Tertulis

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Suryo Sudharmo
    • 0Komentar

    Camat Pajar Bulan Sebut Pemilihan Perangkat Desa Pulau Panggung Hak Penuh Panitia, Kasi Pem Akui Beri Nilai Tanpa SK Tertulis

  • Pemerintah Desa Karangmekar Gelar Rapat Minggon dalam Rangka Persiapan Pilkada

    • calendar_month Jumat, 22 Nov 2024
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Pemerintah Desa Karangmekar Gelar Rapat Minggon dalam Rangka Persiapan Pilkada

  • Cara Buat Pelanggan “Rusuh” Membeli Lewat Strategi FOMO Marketing

    • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Cara Buat Pelanggan “Rusuh” Membeli Lewat Strategi FOMO Marketing

  • Petani Pengelola Lahan Balai  Benih Kecamatan Pebayuran,  Keluhkan Kebijakan  UPTD yang Tak Berpihak

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    PETANI PENGELOLA

    Sejumlah petani penggarap yang mengelola lahan Balai Benih di Kampung Tambun, Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kebijakan pemberhentian sementara pengelolaan lahan yang diterapkan oleh UPTD Balai Benih. Kebijakan ini dianggap tidak disertai dengan musyawarah yang memadai dan pemberitahuan yang jelas, sehingga menimbulkan kesan seperti pemecatan tanpa alasan yang sah.

    Dalam pertemuan yang digelar hari ini, Dede, perwakilan dari UPTD Balai Benih Karangharja, menjelaskan bahwa keputusan pemberhentian sementara tersebut diambil sebagai langkah antisipasi akibat pemberitaan yang viral di media. Namun, kebijakan ini tidak memberikan kejelasan bagi petani terkait nasib mereka ke depan, dan tidak melibatkan komunikasi yang baik antara pihak UPTD dan penggarap.

    Selain itu, petani juga mengeluhkan tingginya harga pupuk non-subsidi yang membebani mereka, seperti Pupuk Urea Petro N 46% yang dijual seharga Rp 8.500 per kilogram dan Pupuk PHONSKAH seharga Rp 7.000 per kilogram, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga pupuk bersubsidi yang biasanya dijual dengan harga sekitar Rp 2.250 hingga Rp 2.500 per kilogram. Para petani pun menuntut penjelasan mengenai alasan mereka tidak dapat membeli pupuk subsidi meskipun terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

    Masalah lainnya yang dikeluhkan oleh para petani adalah penetapan harga gabah yang ditawarkan oleh Balai Benih yang dianggap terlalu rendah dibandingkan dengan harga pasar. Hal ini semakin memperburuk kondisi ekonomi para penggarap yang merasa dirugikan. Petani juga menyatakan kesiapan mereka untuk menerima rencana retribusi atau bagi hasil, asalkan pihak UPTD Balai Benih memberikan transparansi dalam pengelolaan dan pelaksanaannya. Para petani menegaskan bahwa mereka siap menerima retribusi sebesar Rp 1.500 per kilogram, namun menolak jika besaran retribusi ditetapkan sebesar Rp 3.000 per kilogram, karena dianggap terlalu memberatkan.

    “Kami selaku pengharap siap terkait dengan cara bagi hasil atau rencana retribusi, namun itu pun jika retribusinya Rp 1.500 per kilogram. Jika ditetapkan Rp 3.000 per kilogram, kami keberatan. Lantas, kami dapat apa jika retribusi sebesar itu? Kami harap pihak UPTD Balai Benih Karangharja dapat lebih transparan dalam kebijakan yang diterapkan dan memberikan penjelasan yang jelas mengenai pengelolaan yang dilakukan,” ungkap para petani.

  • Paguyuban Cepot Motah Bagikan Pecel Lele Gratis, Tommy Subagja Ajak Warga Dukung UMKM

    • calendar_month Minggu, 18 Okt 2026
    • account_circle Andi Setiawan
    • 0Komentar

    TEMPORATUR.COM ‎‎BANDUNG – Ketua Umum Paguyuban Cepot Motah, Tommy Subagja, menunjukkan kepeduliannya terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan membagikan pecel lele gratis kepada masyarakat di Kota Bandung, Sabtu malam (17/10/2026). SelanjutnyaPaguyuban Cepot Motah Indonesia Dorong Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi Pelaku UMKM dan Pekerja Mandiri‎‎Kegiatan sosial tersebut dilakukan menyusul viralnya video kejadian di […]

  • Promo Holiday Program English 1 Tinggal 1 Minggu Lagi, Jangan Sampai Terlewat!

    • calendar_month Rabu, 25 Jun 2025
    • account_circle Suryo S
    • 0Komentar

    Jakarta – Temporatur.com Promo Holiday Program dari English 1 memasuki minggu terakhir dan akan berakhir pada 30 Juni 2025. Kamu hanya punya 1 minggu lagi untuk mendaftarkan si kecil dan menikmati manfaat kelas holiday gratis. Memasuki minggu ketiga Juni 2025, hitungan mundur menuju berakhirnya Promo Holiday Program English 1 semakin dekat. Promo spesial ini yang memberikan kesempatan […]

expand_less