Suranto: Keadilan Harus Ditanamkan Sejak Dini dan Diperjuangkan Tanpa Pandang Bulu

Suranto: Keadilan Harus Ditanamkan Sejak Dini dan Diperjuangkan Tanpa Pandang Bulu
Keterangan foto : foto istimewa

Suranto: Keadilan Harus Ditanamkan Sejak Dini dan Diperjuangkan Tanpa Pandang Bulu

Bekasi – Temporatur.com

Peringatan Hari Keadilan Internasional (World Day for International Justice) yang jatuh pada 17 Juli menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen dalam menegakkan hukum, menjunjung hak asasi manusia (HAM), dan mewujudkan perdamaian berkelanjutan.

Praktisi hukum dari Kantor Advokat, Konsultan Hukum, sekaligus Pusbakum Aliansi Ormas Bekasi (AOB), Suranto, S.E., S.H., C.C.D., menyampaikan bahwa keadilan harus menjadi budaya yang hidup di masyarakat, bukan sekadar tanggung jawab lembaga peradilan.

“Hari Keadilan Internasional bukan hanya pengingat bagi dunia akan pentingnya penegakan hukum, tetapi juga refleksi bahwa keadilan harus hadir bagi setiap warga negara tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, maupun kedudukannya,” ujar Suranto, Jumat (17/7/2026).

*Pondasi Hukum Sejak Dini*

Bacaan Lainnya

Suranto menegaskan nilai keadilan wajib ditanamkan sejak dini melalui pendidikan di keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial. Pendidikan tentang kejujuran, tanggung jawab, dan penghormatan hak orang lain adalah pondasi utama membangun peradaban hukum yang adil.

Menurutnya, penegakan hukum yang berintegritas akan melahirkan kepercayaan publik, sedangkan hukum yang diskriminatif hanya akan mengikis kepercayaan masyarakat.

“Keadilan bukan sekadar putusan di ruang sidang, melainkan nilai dalam setiap kebijakan. Ketika hukum ditegakkan tanpa pandang bulu, masyarakat akan merasakan kehadiran negara yang sesungguhnya,” tegasnya.

*Akses Keadilan dan Kontrol Sosial*

Suranto menambahkan bahwa tantangan hukum saat ini adalah memastikan semua orang mendapatkan akses yang sama terhadap keadilan (access to justice). Sebagai Penasihat Hukum Korwil AOB, Suranto mengajak Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk aktif menjalankan fungsi kontrol sosial demi menjaga kondusifitas dan keadilan yang nyata.

“Mari jadikan momentum ini untuk memperkuat komitmen menolak segala bentuk ketidakadilan dan pelanggaran HAM. Keadilan harus menjadi napas pembangunan bangsa, karena tanpa keadilan, perdamaian berkelanjutan tidak akan pernah terwujud,” pungkasnya.

(Red/SS)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *