Partai Setara dan Pdt Royandi: Harapan Baru Minoritas dan “Rumah Besar” Penjaga Konstitusi
Panggung politik nasional menyambut kehadiran kekuatan baru dengan munculnya Partai Setara Indonesia (PASTI). Dibawah kepemimpinan tokoh kawakan Pdt. Royandi Hutasoit, partai ini diproyeksikan menjadi angin segar sekaligus “pelita” bagi kaum minoritas yang merindukan keadilan dan kesetaraan hak sesuai amanat UUD 1945.
Nama “Setara” bukan sekadar slogan
Kehadirannya merupakan manifestasi dari Pasal 28D ayat (1) UUD 1945 tentang hak atas martabat manusia dan perlindungan hukum yang sama.
Partai ini berkomitmen menghapus sekat-sekat perbedaan berdasarkan agama, etnis, gender, maupun domisili.
Basis Kekuatan Minoritas yang Signifikan
Berdasarkan data Dukcapil Kementerian Dalam Negeri dan BPS RI semester I tahun 2025, jumlah penduduk Indonesia mencapai 286,69 juta jiwa. Dari angka tersebut, terdapat potensi suara yang sangat besar dari kelompok minoritas.
Minoritas Agama
Mencapai lebih dari 36 juta jiwa (Kristen 7,36%, Katolik 3,07%, Hindu 1,66%, Buddha 0,70%, serta Konghucu dan penganut kepercayaan).
Minoritas Etnis
ndonesia memiliki lebih dari 1.340 suku bangsa, di mana kelompok non-Jawa menyusun sekitar 59,78% populasi, termasuk suku-suku terpencil di pedalaman Kalimantan dan Papua.
Partai Setara melihat data ini sebagai peluang emas untuk merangkul mereka yang selama ini merasa terpinggirkan dalam akses pendidikan, kesehatan, dan lapangan kerja.
Rekam Jejak Tanpa Cacat Korupsi
Kepemimpinan Pdt
Royandi Hutasoit menjadi daya tarik utama. Sebagai mantan pemimpin Partai Damai Sejahtera (PDS) yang sukses besar pada Pemilu 2004, ia memiliki rekam jejak yang fenomenal, di antaranya:
Prestasi Elektoral: Meraih 2,4 juta suara nasional dan membentuk fraksi mandiri dengan 13 kursi di DPR RI pada 2004.
*Pembela Pluralisme*
Berani menolak RUU yang dianggap tidak ramah keberagaman demi menjaga keutuhan NKRI.
Reformasi Kebijakan
Berhasil memperjuangkan perubahan jadwal pemilu dari hari Minggu ke hari Kamis untuk menghormati waktu ibadah umat, serta meningkatkan anggaran untuk agama minoritas hingga 1.000 persen.
Integritas Tinggi: Di bawah kepemimpinannya, tidak ada satu pun kader atau pejabat partai yang terjerat kasus korupsi—sebuah pencapaian langka di tengah dinamika politik Indonesia.
Menghadapi Tantangan 2025
Meski membawa optimisme, langkah Partai Setara diprediksi tidak mudah. Jurnalis senior dan pengamat politik, Kefas Hervin Devananda (Romo Kefas), mencatat ada tiga tantangan besar yang harus dihadapi: ketatnya persaingan dengan belasan partai yang sudah mapan, derasnya arus disinformasi di era digital, serta rendahnya kepercayaan publik terhadap politisi.
“Untuk mengubah stigma tersebut, Setara harus menunjukkan komitmen tulus melalui program nyata yang berfokus pada kesejahteraan rakyat, bukan sekadar janji di atas kertas,” ujar Romo Kefas dalam keterangannya.
Kini, publik menanti apakah Partai Setara Indonesia (PASTI) mampu mengonsolidasikan kekuatan minoritas dan menjadi instrumen politik yang benar-benar mewujudkan semangat Bhinneka Tunggal Ika di kancah nasional
(Red)















