Pjs Kades Garut Meledak Emosi Saat Didatangi Awak Media, Tantang Duel hingga Lontarkan Ancaman
Lebong | Bengkulu — Temporatur.com
Insiden memalukan terjadi saat awak media melakukan upaya konfirmasi terkait dugaan penyalahgunaan dana BUMDes di Desa Garut, Kecamatan Amen, Kabupaten Lebong, Sabtu sore (29/11/2025). Kedatangan wartawan ke rumah Pjs Kades Garut, Syahrul, SKM (sapaan Ilui), justru berujung pada ledakan emosi, tantangan duel, hingga ancaman bernada serius, membuat proses wawancara tidak dapat dilanjutkan.
Awak media sebelumnya bermaksud mengonfirmasi dugaan bahwa dana BUMDes yang sudah ditransfer ke rekening lembaga tersebut diduga dipinjam kembali untuk kepentingan pribadi. Namun belum sempat pertanyaan diajukan, suasana langsung berubah drastis.
Ledakan Emosi: Tantang Duel hingga Ucapan Bernada Ancaman
Pada awalnya Syahrul mempersilakan wartawan duduk. Namun saat mengetahui topik kedatangan berkaitan dengan dana BUMDes, sang Pjs Kades langsung tersulut emosi.
“Saya sudah sangat capek dan pusing, kita duel aja kosong-kosong!” tantangnya dengan nada tinggi.
Tidak berhenti sampai di situ, Syahrul melontarkan kalimat bernada ancaman:
“Kalau seperti ini saya selalu dipermasalahkan, saya bakalan bunuh orang nanti!”
Pernyataan tersebut sontak membuat suasana di dalam rumah berubah sangat tegang.
Istri dan Anak Turut Memanas, Suasana Rumah Tak Terkendali
Ketegangan semakin memuncak ketika istri Syahrul keluar dari ruangan praktek sang suami. Dengan nada tinggi disertai hentakan tangan di meja, ia menyambar pembicaraan.
“Bikin rumah ini tidak pakai duit kades! Sudah sangat sakit kepala kami dia jadi Pjs kades ini! Mau diberhentikan besok, silakan!”
Istri Pjs juga menyebut keluarga mereka tidak pernah berharap pada dana desa, sambil mengisyaratkan kondisi rumah tangga yang terbebani sejak Syahrul menjabat.
Di tengah situasi tersebut, seorang pasien yang datang untuk berobat meminta wartawan untuk segera keluar karena kondisi sudah tidak kondusif.
Tak lama kemudian, putra Syahrul muncul dengan nada tak kalah emosional. Dengan tangan mengepal dan tubuh maju ke depan, ia terlihat hendak memukul salah satu wartawan sebelum akhirnya ditahan oleh ibunya.
“Tidak ada bentuk lanang ini untuk korupsi!” pekiknya.
“Sampaikan siapa yang mengadu soal bapak saya! Suruh datang ke sini!” tambahnya dengan nada mengancam.
Istri Syahrul kembali bersuara keras:
“Jika bisa lepas hari ini, silakan jabatan Pjs kades ini dilepas. Pusing jadi kades ini, duitnya tidak ada! Nanti saya siap menghadap pak Bupati.”
Suasana rumah hampir tidak terkendali, memaksa awak media menghentikan wawancara dan meninggalkan lokasi.
Konfirmasi Soal Dana BUMDes Gagal Total
Hingga ketegangan mereda, Pjs Kades Syahrul tidak memberikan klarifikasi apa pun terkait pertanyaan utama: apakah benar dana BUMDes yang telah ditransfer diduga dipinjam ulang untuk kepentingan pribadi.
Bahkan di akhir insiden, Syahrul kembali mengulang ancamannya:
“Kalau seperti ini, aku akan bunuh orang!”
Pernyataan emosional itu membuat upaya klarifikasi semakin tidak mungkin dilakukan.
Pentingnya Transparansi Pengelolaan Dana Desa
Kasus yang menimpa Desa Garut kini memunculkan tanda tanya besar di masyarakat terkait:
Alur penggunaan dana BUMDes
Alasan dugaan peminjaman dana oleh pihak desa
Dokumen pertanggungjawaban dan pelaporan
Validitas pengelolaan usaha BUMDes yang disebut-sebut bermasalah
Publik menantikan penjelasan resmi dari aparat desa untuk memastikan apakah dugaan tersebut memiliki dasar kuat atau hanya kesalahpahaman yang belum terurai.
Redaksi Masih Melakukan Penelusuran
Hingga berita ini diterbitkan, pihak redaksi masih mencoba menghubungi:
Pemerintah Desa Garut
Pengurus BUMDes
Kecamatan Amen
Dinas PMD Kabupaten Lebong
untuk mendapatkan penjelasan yang komprehensif dan memastikan pemberitaan tetap akurat serta berimbang.
(SR)













