Pemkot Bandung Apresiasi 10 Pegiat Budaya: Kolaborasi Jadi Kunci Majukan Ekosistem Kebudayaan
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kembali menegaskan komitmennya dalam memajukan kebudayaan daerah dengan memberikan penghargaan kepada sepuluh pegiat budaya lokal.
Apresiasi ini diberikan sebagai pengakuan atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam melestarikan serta mengharumkan nama Kota Bandung melalui karya dan prestasi di bidang seni dan budaya.
Pemberian “Anugerah Budaya” ini menjadi momentum penting bagi Pemkot Bandung untuk menekankan peran vital kolaborasi antara pemerintah, warga, dan seniman sebagai kunci utama dalam memajukan ekosistem kebudayaan yang inklusif dan kreatif.
Kolaborasi Lintas Pihak Jadi Strategi Utama
Dalam acara penganugerahan tersebut, perwakilan Pemkot Bandung menyampaikan bahwa upaya pembangunan kota tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga menjadikan budaya sebagai fondasi pembangunan yang berkelanjutan.
“Pemerintah Kota Bandung menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas konsistensi para pegiat budaya ini. Kolaborasi lintas pihak, dari seniman, budayawan, hingga masyarakat, sangat diperlukan agar Bandung dapat tumbuh sebagai kota kreatif yang dinamis,” ujar Walikota Bandung. Muhammad Farhan di Balai Kota, pada Jumat 21/11/2025.
Dialog kebudayaan yang menyertai acara ini, yang juga menghadirkan tokoh seni dan sastrawan lokal, semakin memperkuat gagasan bahwa sinergi merupakan elemen krusial. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan keseriusan Pemkot dalam merangkul berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan ekosistem kebudayaan yang hidup dan berkelanjutan.
Mengutamakan Nilai dan Warisan Budaya
Selain mengapresiasi karya kontemporer, Pemkot Bandung juga menekankan pentingnya pelestarian warisan budaya tradisional. Nilai-nilai luhur dari warisan masa lalu dianggap sebagai cikal bakal yang membentuk karakter masyarakat dan menjadi landasan bagi wawasan kebangsaan serta nasionalisme di era modern.

Melalui inisiatif ini, Pemkot Bandung berharap dapat memotivasi lebih banyak individu dan komunitas untuk terlibat aktif dalam kegiatan kebudayaan, memastikan bahwa denyut seni dan budaya di Kota Kembang tetap hidup dan dikenal luas, baik di kancah nasional maupun internasional.
Kesepuluh penerima penghargaan tersebut, antara lain:
1. Endo Suanda – Maestro Seni
2. Jakob Sumardjo – Maestro Seni
3. Pimpinan Yayasan Kebudayaan Rancage – Pelestari
4. Riadi Darwis – Pelestari
5. Pimpinan Yayasan Jari – Jaringan Relawan Independen
6. Zaky Yamani – Pelopor/Pembaru
7. Ghianina Raia – Anak/Remaja
8. Naomi Shanum Bhanurasmi – Anak/Remaja
9. Penerbit Mizan – Media
10. Radio PRFM Bandung – Media
Penghargaan diserahkan langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan di Balai Kota. Dalam sambutannya, ia memberikan refleksi panjang mengenai peran kebudayaan sebagai identitas, kekuatan sosial, sekaligus modal ketahanan kota.
Farhan menyampaikan, Pemerintah Kota Bandung sedang menata ulang lanskap budaya dengan menjadikan Balai Kota sebagai landmark budaya baru.
“Adalah sebuah kebahagiaan tersendiri dan rasa syukur yang tidak terhingga bahwa malam hari ini kita bisa berkumpul di salah satu landscape yang ikonik di Kota Bandung. Tahun ini, kita mendapatkan amanat dari Gubernur Jawa Barat untuk memperkenalkan Balai Kota Bandung sebagai landmark Kota Bandung selain Gedung Sate,” ujar Farhan.
Farhan menjelaskan, karakter budaya Bandung tumbuh dari sejarah arsitektur, pemikiran, dan dinamika masyarakatnya.
“Bandung dikenal sebagai salah satu galeri Art Deco Postmodernism. Bandung tumbuh sebagai kota kosmopolitan. Kota Bandung tidak pernah dikenal sebagai kota kelahiran karya budaya berbentuk performing arts. Tidak pernah,” ungkapnya.
Menurutnya, kekuatan budaya Bandung terletak pada nilai dan karakter warganya yang egaliter, kolaboratif, dan terbuka terhadap gagasan baru.
“Yang terpenting adalah karakter Kota Bandung: egaliter, kolaboratif, dan sangat terbuka pada ide-ide baru. Kota Bandung membentuk karakter saya,” ucapnya.
Farhan juga mengapresiasi kontribusi legislatif, akademisi, komunitas, serta mitra media dalam kerja budaya di Kota Bandung.
“Budaya juga lahir dari pemikiran politik. Ini menunjukkan bahwa budaya itu lintas batas dan menjadi bagian kehidupan kita bersama,” katanya.
Sebagai penutup, Farhan kembali menggarisbawahi, bahwasannya kebudayaan adalah fondasi ketahanan bangsa.
“Budaya adalah faktor penting dalam membangun ketahanan bangsa, resilience. Dengan ketahanan itu kita bisa menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” katanya
Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa menyatakan, anugerah ini merupakan penghargaan pemerintah atas pengabdian para pelaku budaya.
“Mohon dapat diterima sebagai apresiasi dari Pemerintah Kota Bandung terhadap insan dan lembaga kebudayaan yang berkontribusi dalam pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan kebudayaan di Kota Bandung,” ujarnya.
Adi menjelaskan, proses penilaian dilakukan sesuai pedoman Permendikbudristek Nomor 47 Tahun 2022, mulai dari listing calon penerima hingga rapat penetapan dewan juri.
Ia berharap keterlibatan generasi muda terus tumbuh dari waktu ke waktu.
“Mudah-mudahan menjadi role model, menjadi teladan, dan memberikan motivasi untuk terus memajukan kebudayaan di Kota Bandung,” katanya.
Acara ini disiarkan langsung melalui kanal YouTube This Is Bandung. Anda dapat menontonnya kembali agar tak ketinggalan info.
(MN)















