Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Berita » PEWARNA Rayakan HUT Pertama Bertema” Menjaga Toleransi di Kota Depok”

PEWARNA Rayakan HUT Pertama Bertema” Menjaga Toleransi di Kota Depok”

  • account_circle Suryo S
  • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEWARNA Rayakan HUT Pertama Bertema” Menjaga Toleransi di Kota Depok”

Depok-Temporatur.com

Persatuan Wartawan Nasrani (PEWARNA) Kota Depok merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) pertamanya dengan menggelar Diskusi bertema “Menjaga Toleransi di Kota Depok” yang digelar di GBI Rock Home Depok, Jalan Tole Iskandar, Senin (28/09/2025)

Acara dihadiri Kadiskominfo Manto Jorghi beserta Kabid IKP Ade Hukmawan yang dalam hal ini mewakili Walikota Depok.
Ketua FKUB Depok Kyai Abdul Ghani.
Jeane yang mewakili Camat Sukmajaya, serta berbagai pemimpin komunitas dan tokoh penting termasuk perwakilan Ketua Umum PEWARNA Nick Irwan, Ketua Muki Daniel Purba, Ketua PSPI Samuel Riwu, serta ketua organisasi wartawan lain Ketua DPC IPJI Anis Muriany, dan Ketua KJD Jhon Hutapea.

Ketua PEWARNA Kota Depok, Christin, dalam sambutannya menekankan bahwa toleransi adalah elemen esensial untuk membangun komunitas yang inklusif, di mana perbedaan tidak menjadi penghalang, melainkan kekuatan.
Organisasi ini telah aktif melalui kegiatan sosial dan pemberitaan untuk mempromosikan perdamaian.

“Keyakinan bahwa kolaborasi dan kesadaran kolektif dapat memperkuat Depok sebagai kota yang dicintai. Ia berharap PEWARNA terus berkembang, memperluas upaya promosi perdamaian di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks,” ujar Christin.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok, Manto Jorghi sekaligus membuka Diskusi, menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Walikota Depok.

Manto mengatakan betapa pentingnya peran masyarakat serta media dalam menjaga harmoni sosial, toleransi menjadi pondasi utama untuk mencegah konflik, terutama ditengah keragaman budaya dan agama di Indonesia, secara khusus mengingatkan para jurnalis tentang tanggung jawab besar mereka, khususnya pada isu agama.

Saya berharap para wartawan dapat mempertahankan marwah profesi mereka di tengah kemajuan digitalisasi elektronik. Ini mencakup moderasi konten yang bijak serta upaya aktif memerangi hoax dan informasi palsu yang sering beredar di platform online,”pungkasnya.
(Jul)

  • Penulis: Suryo S

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less