Terjadi Kasus Bullying di SMKN 1 Cikarang Barat,Pihak Sekolah Terkesan Menutupi?

Terjadi Kasus Bullying di SMKN 1 Cikarang Barat,Pihak Sekolah Terkesan Menutupi?
Ilustrasi foto

Terjadi Kasus Bullying di SMKN 1 Cikarang Barat,Pihak Sekolah Terkesan Menutupi?

Kabupaten Bekasi – Temporatur.com

Kasus perundungan (Bulliying)  di sekolah memang sangat mengkhawatirkan. Belum lama ini, terjadi kasus perundungan yang menimpa seorang siswa kelas 10 di SMK Negeri 1 Cikarang Barat, AA (16 tahun). Kejadian tragis ini membuat rahang kiri AA patah dan harus menjalani operasi bedah mulut.

Ayah korban, Indra Prahasta (41 tahun), menceritakan bahwa peristiwa itu terjadi pada Selasa siang. Saat istirahat, AA dipanggil oleh beberapa kakak kelasnya dan dibawa ke lapangan bola di belakang sekolah. Di sana, AA dipaksa berjongkok sambil dipukuli bergantian oleh lebih dari 10 kakak kelasnya. Mereka tidak segan-segan memukul AA  dengan keras, meninggalkan luka serius di tubuhnya.

Alasan perundungan ini ternyata sangat sepele, hanya karena aturan tidak tertulis dari siswa kelas 12 yang melarang siswa baru untuk masuk ke kelas jurusan lain atau berfoto dengan siswi lintas jurusan. Namun, akibat tindakan kejam tersebut, AA harus merasakan sakit yang luar biasa. Rahang kirinya patah dan terdapat sobekan di rongga mulutnya, membuat kondisinya semakin memburuk.

Indra mengungkapkan bahwa saat ini AA masih dalam kondisi lemah. Dia hanya bisa makan dan minum melalui selang, berat badannya turun drastis, sering merasa mual dan muntah, serta tenggorokannya sakit jika banyak berbicara. Keluarga korban juga harus menanggung biaya pengobatan yang tidak sedikit. Semua biaya operasi dan perawatan harus ditanggung sendiri, termasuk kebutuhan susu khusus pengganti makanan yang harus diberikan melalui selang setiap hari.

Bacaan Lainnya

Tidak hanya itu, keluarga korban juga merasa kecewa dengan sikap pihak sekolah yang dinilai tidak kooperatif dan cenderung menutup-nutupi kasus ini. Mereka merasa bahwa respons dari pihak sekolah terlalu lambat, kurang transparan, dan tidak berpihak pada korban. Indra berharap agar kasus ini dapat ditangani dengan serius dan adil oleh pihak berwajib, seperti dikutip dari Beritasatu.com

Keluarga korban telah melaporkan kasus ini ke Polsek Cikarang Barat, namun hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan. Kapolsek Cikarang Barat, AKP Tri Baskoro Bintang Wijaya, mengkonfirmasi bahwa laporan tersebut telah diterima dan pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut. Korban sendiri belum bisa memberikan keterangan karena kondisinya yang masih belum stabil.

Hal tersebut dibenarkan oleh lLani ketua RT setempat, saat dihubungi Temporatur.com.

Lani menjelaskan bahwa korban masih salah satu familinya,

Kasus perundungan ini seharusnya menjadi pelajaran bagi semua pihak, baik siswa maupun pihak sekolah. Perundungan tidak hanya merugikan korban secara fisik, tetapi juga secara emosional dan mental. Semua pihak harus bekerja sama untuk mencegah dan mengatasi kasus-kasus perundungan di sekolah. Kita semua harus bersatu untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua siswa. Semoga kasus ini dapat menjadi titik balik untuk perubahan yang lebih baik di masa depan.

(SS/Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *