Bahaya,!! Tanpa Garis Pembatas Proyek Galian PDAM Puluhan Milyar Asal-Asalan
Kabupaten Bekasi – Temporatur.com
Warga Desa Waluya merasa tidak puas dengan pekerjaan proyek pipa galian PDAM yang dilakukan oleh PT Rafa Karya Indonesia di Cikarang Utara. Mereka mengeluhkan bahwa galian tersebut terlihat asal-asalan, dengan tumpukan tanah di pintu masuk Perum BCL pangkalan Ojek yang memakan bahu jalan. Selain itu, lokasi galian tidak menggunakan garis pembatas, yang dapat membahayakan masyarakat dan mengganggu lalu lintas.
Pentingnya kesadaran dalam bekerja, seharusnya pihak pelaksana menyediakan “Garis tali proyek” atau safety line untuk menunjukkan zona berbahaya atau terlarang. Hal ini untuk melindungi pekerja dan pengguna jalan dari potensi bahaya, serta membantu pengawasan dan pengendalian area kerja.
Awak media telah melakukan konfirmasi ke Pemerintah Desa Waluya terkait keluhan warga terhadap proyek pipa PDAM yang dianggap mengabaikan keselamatan lingkungan. Sekdes Desa Waluya, Een.M,Fansuri, mengatakan bahwa beberapa warga telah mengeluhkan tentang tumpukan tanah yang berserakan akibat pekerjaan galian tersebut.
Sekdes Desa Waluya menyampaikan bahwa pihak desa merespon keluhan warga dan berharap agar pihak pelaksana proyek dapat memperhatikan cara kerjanya. Meskipun warga membutuhkan air bersih dari PDAM, namun penting bagi PT Rafa Karya Indonesia untuk memperhatikan cara kerjanya agar hasil pekerjaan tidak mengecewakan warga.
Sekdes Desa Waluya juga menyebutkan bahwa mandor proyek galian pipa PDAM belum menghadap ke kantor desa, dan pihak pelaksana proyek tidak memasang papan proyek sehingga tidak ada informasi mengenai tanggal berakhirnya pekerjaan.
“Pemerintah Desa berharap agar pihak pelaksana proyek segera turun ke lapangan untuk melihat kondisi terkini dan memastikan bahwa pekerjaan berjalan dengan baik,” ujar Sekdes Waluya
“Dengan demikian, diharapkan agar PT Rafa Karya Indonesia dapat memperhatikan keluhan warga dan meningkatkan kualitas pekerjaan proyek pipa galian PDAM di Desa Waluya. Semua pihak diharapkan dapat bekerjasama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.
Sebelumnya proyek Jumbo yang bernilai puluhan Milyar tersebut disoroti LSM GNRI, yang dianggap banyak kejanggalan dan berindikasi ada dugaan KKN.
Miris oroyek yang dikerjakan oleh PT Rafa Karya Indonesia yang bernilai 61 Milyar lebih dikerjakan asal- asalan.
(SS/Red)















