PALI – Temporatur.com
Legenda Danau Pusar
Desa Pengabuan Timur ( Pengabuan ) Kecamatan Abab Kabupaten PALI
Keindahan dan Kekayaan Alam Danau
Di sebuah hutan rawa Desa Pengabuan Timur (Pengabuan) terdapat sebuah danau yang sangat dalam, danau itu dikenal dengan nama Danau Pusar.
Danau Pusar terkenal sebagai tempat yang kaya dengan berbagai jenis ikan rawa, seperti ikan gabus, ikan toman, ikan bujuk, ikan serandang, ikan betok, ikan lele, ikan selincah, ikan tapah, dan berbagai jenis ikan lainnya.
Selain kaya akan ikan, Danau Pusar juga dikenal sebagai sumber mata air yang tidak pernah kering, meskipun di musim kemarau.
Menurut cerita turun-temurun, hilir Danau Pusar bermuara di Ulak Kesambi Sungai Musi. Namun, kebenaran cerita itu masih belum pasti.
Terlihat dari kasat mata, dahulu aliran air Danau ini terlihat mengalir menuju sungai kecil yang bermuara di Semuara Petai Desa Pengabuan.
Keyakinan Masyarakat
Dibalik ketenangan airnya, masyarakat juga percaya bahwa di dalam Danau pusar di huni oleh makhluk yang tak kasat mata maupun yang kasat mata, yang diyakini sebagai penjaga Danau.
Karena itu, leluhur Desa Pengabuan berpesan agar siapa pun yang berada di sekitar danau harus bersikap sopan, tidak berkata kasar, sombong, atau menantang makhluk penunggu. Hal ini diyakini dapat mencegah gangguan dari penghuni gaib.
Legenda Danau Pusar bukan sekadar cerita pengantar tidur. Ia adalah warisan yang menuntun masyarakat untuk hidup selaras dengan alam, sekaligus menyimpan misteri yang tak akan pernah habis diceritakan.
Cerita Kasat Mata
Menurut Iskandar, S.Pd., cucu dari almarhum Bapak Berkat (juru kunci Danau Pusar tempo dulu), pernah terjadi peristiwa ketika perusahaan Stanvac hendak mengebor sumur minyak di dekat area danau. Saat itu, seekor ular bidai besar naik ke menara rig bor. Atas kejadian tersebut, perusahaan pun meminta bantuan kepada Bapak Berkat yang dipercaya sebagai juru kunci wilayah tersebut. Peristiwa ini diyakini sebagai peringatan dari penunggu Danau Pusar.
Cerita Tak Kasat Mata
Iskandar, S.Pd., menuturkan, kakeknya BERKAT perna bercerita adanya sosok halus yang tak kasat mata yang menjaga keseimbangan dan ketenteraman di sekitar danau pusar.
Kesaksian Warga
1. Irman ( warga Desa Pengabuan Timur yang hampir setiap hari mencari ikan di danau)
Ia mengatakan memang benar adanya makhluk yang kasat mata maupun tak kasat mata di area danau. Namun menurutnya , jika kita bersikap sopan insyaallah mereka tidak akan mengganggu. Sebaliknya, jika seseorang berlaku sombong dan menantang, maka makhluk penunggu merasa terusik dan bisa menyakiti.
2. Mantri (warga Desa Pengabuan yang sering mencari kayu dan menangkap ikan di sekitar danau)
Menurutnya, memang benar bahwa Danau Pusar dijaga oleh makhluk yang tak kasat mata maupun yang kasat mata, namun selama manusia tidak berbuat yang aneh-aneh, mereka tidak akan mengganggu.
Ia menceritakan pernah mengalami kejadian aneh, ketika batang kayu di sekitar danau tiba-tiba bergerak dan terangkat ke atas, serta air berombak tanpa sebab jelas.
Kesimpulan
Dari berbagai keterangan, dapat disimpulkan bahwa Danau Pusar bukanlah tempat yang menyeramkan selama manusia bersikap baik, sopan, dan tidak menantang. Namun, jika seseorang berlaku angkuh atau berbicara kasar dan menantang , penghuni danau bisa merasa terusik.
Masyarakat Desa Pengabuan Timur ( Pengabuan) percaya bahwa Danau Pusar adalah tempat di mana alam nyata dan alam gaib hidup berdampingan. Oleh karena itu, mereka tetap menjaga adat dan pesan leluhur ketika berada di sekitar danau.
Jika suatu saat Danau Pusar dijadikan objek wisata, masyarakat berharap ada batas-batas yang dijaga agar tidak mengganggu keseimbangan alam maupun penghuni gaib di dalamnya.
✍️ Penulis: Waneli
Dikutip dari berbagai sumber cerita dan kesaksian warga Desa Pengabuan ( Pengabuan Timur).















